PELAIHARI POST

Dinamika Pembangunan

Bupati Himbau Masyarakat Tidak Menyalakan Petasan Selama Bulan Ramadhan

Minggu, 28 Mei 2017, 01:35:18 wita
Bupati Himbau Masyarakat Tidak Menyalakan Petasan Selama Bulan Ramadhan

Bupati Tanah Laut H. Bambang Alamsyah, ST saat diwawancarai Pelaihari Post usai Pembukaan Pasar Wadai Ramadhan 1438 H, Sabtu (27/05/2017)

PELAIHARI POST 電 Menyalakan petasan yang menimbulkan bunyi bisa mengganggu orang lain. Selain bunyi keras yang ditimbulkan dari petasan bisa mengejutkan orang lain, terkadang ledakan yang disertai api bila terkena orang lain bisa menimbulkan luka bakar. Apalagi di bulan Ramadhan yang suci, dipenuhi dengan hingar bingar bunyi petasan seperti itu, selain bisa mengganggu kekhusukan beribadah juga bisa memudarkan nuansa suci bulan Ramadhan itu sendiri. Terkait hal itu, Bupati Tanah Laut meminta agar masyarakat di Kabupaten Tanah Laut tidak menyalakan petasan selama bulan Ramadhan.

Usai melakukan pembukaan Pasar Wadai Ramadhan 1438 H, Bupati Tanah Laut H. Bambang Alamsyah, ST kepada Pelaihari Post , Sabtu (27/05/2017), menyatakan sudah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan terkait gangguan petasan selama bulan Ramadhan. ""Selama di bulan Ramadhan ini, sudah berkoordinasi dengan pihak Polres dan Kodim yang mana dengan gangguan petasan selama di bulan Ramadhan," ucapnya.

Menurut Bupati, bunyi yang ditimbulkan petasan membuat tidak nyaman "Terkadang bunyi petasan juga suka mengganggu apalagi dibunyikanya pas di tengah malam ataupun pada saat dilaksanakanya istirahat yang menyebabkan bahaya dinyalakan dekat dengan orang," tuturnya

Oleh karena itu, tutur Bupati, diperlukan kesadaran dari masyarakat. "Tidak saja dari aparat saja yang harus mengambil tindakan. Kesadaran masyarakat pun perlu terhadap masalah ini. Jangan sampai berlebihan dalam memeriahkan Ramadhan," harapnya.

Dampak dari bunyi ledakan petasan ini, di Tanah Laut sendiri, seorang Balita ada yang mengalami drop setelah terkejut dengan bunyi ledakan petasan. Muhammad Noval Rivaldi anak kedua dari pasangan Edy Saryanto dan Yeni Murdaningsih, warga RW 8 Desa Bumi Asih Kecamatan Panyipatan. Kondisinya memprihatinkan. "Untuk menggerakan badannya saja sepertinya sulit. Pada saat ia lahir kondisinya baik-baik saja. Tetapi setelah sekitar sebulan, atau istilah di sini sebelum selapan, pada saat itu musim petasan. Ada ledakan petasan dari luar rumah, ia terkejut dan kondisinya langsung drop," tutur Edy Saryanto ayahnya ketika itu. Asb.

Berita terkait  
tag:petasan,ledakan,ramadhan,bambang alamsyah