PELAIHARI POST

Peristiwa

Wilujeng Sudah Diketemukan, Setelah Merasa Terhipnotis hingga Tersesat sampai di Pangkalan Bun

Rabu, 28 Juni 2017, 00:25:59 wita
Wilujeng Sudah Diketemukan, Setelah  Merasa Terhipnotis hingga Tersesat sampai di Pangkalan Bun

Wilujeng Dwi Prasetyo, sempat dinyatakan hilang pada Senin (29/05/2017)

PELAIHARI POST 電 Wilujeng Dwi Prasetyo (22) yang sebelumnya dinyatakan hilang, sudah diketemukan. Pemuda yang sebelumnya tinggal di Jalan Purnawirawan Kelurahan Angsau, Belakang Rumah Sakit Umum Hadji Boejasin Pelaihari ini sebelum dinyatakan hilang, sempat berkomunikasi di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru hendak ke Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Ia saat ini baru saja lulus dari Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat. Menjelang lebaran Idul Fitri 1438 H ini, ia hendak ke Bojonegoro untuk menimati lebaran, dan rencana akan kembali lagi karena masih ada keperluan di kampusnya.

Salah seorang temannya yaitu Sholeh Khan Achmad, sebelumnya di Grup Pelaihari Post menyampaikan informasi hilangnya kontak dengan Wilujeng Dwi Prasetyo. Pada Senin (29/05/2017), Sholeh Khan Akhmad menyampaikan bahwa Wilujeng Dwi Prasetyo tidak ada kabarnya. "Tolong teman" bila ada yg melihat lah.... Wilujengg Dwi Prasetyo. Hilang mulai hari rabu sampai sekarang nggak ada kabar,", tuturnya.

Teman sekolah waktu di SMA Negeri 1 Pelaihari, yang kini juga baru lulus dari Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat, Muhammad Eko, Senin (26/06/2017), menyampaikan informasi bahwa Wilujeng Dwi Prasetyo sudah diketemukan. "Kakaknya yang di Jawa sudah kasih informasi kalau Wilujeng sudah diketemukan, ia pulang sendiri dengan diantar tukang ojek," ucapnya.

Pada saat pulang, dari informasi yang diperoleh dari kakaknya Wilujeng, yaitu Ajeng, tutur Eko, kondisinya cukup mengenaskan. "Dia sudah diketemukan, ia pulang dalam kondisi selamat. Tapi dia nggak bawa apa-apa. Bajunya kotor, cuma bawa baju dan celana. Sandal pun tidak bawa," tuturnya.

Dari keterangan yang diperoleh dari Ajeng, ia seperti terhipnotis hingga tersesat sampai di Pangkalan Bun. "Jadi ceritanaya begini. Tiba-tiba dia sadar di sebuah masjid. Saat sadar dia masih sangat pusing, lalu tidur lagi. Sampai jam 4 sore, baru bangun lagi. Lalu dia tanya kepada warga di sekitar. Ini daerah mana. Ternyata daerah Pangkalan Bun. Lalu dia tanya bagaimana caranya agar bisa ke Jawa. Naik kapal atau pesawat. Akhirnya Wilujeng naik angkutan menuju ke pelabuhan. Tapi posisinya tidak membawa apa-apa. Tidak punya uang, semua barangnya hilang. Setelah di pelabuhan mau membeli tiket tidak punya uang. Alhamdulillah ada orang yang nolong untuk bantu beli tiket. Alhamdulillah bisa naik kapal Terus ada tukang ojek yang bantuin akhirnya diantar sampai di rumah. Alhamdulillah, selamat. Alhamdulillah Allah SWT melindungi dan memberi jalan," tutur Ajeng.

Menurut Muhammad Eko, terjadinya peristiwa ini kemungkinan bermula pada saat di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru. "Seharusnya ia naik pesawat jurusan Surabaya, tetapi karena entah sudah mulai merasa terhipnotis pada saat itu sehingga ia ke jurusan Pangkalan Bun. Dan belum juga bisa diketahui uang dan barang-barangnya hilangnya saat dimana," tuturnya. Yon.

Berita terkait  
tag:hilang,tersesat,hipnotis,bandara

Yuliana Warga Pabahanan Kehilangan Surat-Surat Penting
Senin, 27 November 2017, 23:04:38 wita