PELAIHARI POST

Peristiwa

Operasi Tangkap Tangan Aparat Desa Sungai Jelai, Polres Akan Periksa Saksi-Saksi

Kamis, 20 Juli 2017, 23:04:17 wita
Operasi Tangkap Tangan Aparat Desa Sungai Jelai, Polres Akan Periksa Saksi-Saksi

Balai Desa Sungai Jelai Kecamatan Tambang Ulang, Kamis (20/07/2017)

PELAIHARI POST 電 Polres Tanah Laut akan memeriksa para saksi-saksi terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saber Pungli Kabupaten Tanah Laut terhadap salah seorang Aparat Desa Sungai Jelai Kecamatan Tambang Ulang. Saksi-saksi yang akan diperiksa baik yang diduga sebagai pelaku maupun saksi-saksi lainnya. Polres Tanah Laut pun sudah memeriksa daftar Prona yang terkait dengan kasus tersebut.

Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Tanah Laut telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap satu Aparat Desa Sungai Jelai Kecamatan Tambang Ulang. OTT dilakukan pada Jum'at (14/07/2017) dan dilakukan penyitaan uang senila Rp 1 juta dari tangan aparat yang berinisial H tersebut.

Kapolres Tanah Laut AKBP Sentot Adi Dharmawan .S.IK.MH usai menghadiri Pembukaan MTQ Nasional ke-40 di Kecamatan Tambang Ulang , kepada Pelaihari Post , Kamis (20/07/2017), mengatakan Minggu depan Polres akan memanggil baik saksi atapun yang diduga melakukan OTT. "Ada sekitar 149 yang sudah diperiksa daftar prona sejauh ini belum diketahui apakah sudah dimintai oleh oknum tersebut. Kasus OTT ini sudah naik dalam penyidikan, penindakan Projusianya. Minggu depan baru dilakukan yang jelas belum ada penindakan ini baru digelar secara internal penyidik dan gelar ekternal," jelasnya

Terkait dengan kegiatan Tim Saber Pungli, menurut Kapolres, sejauh ini bukan hanya kegiatan kepenindakan, tetapi sudah dijalankan kegiatan sosialisasi dan himbauan secara pre-emtif. "Tindakan OTT jadikan pelajaran bagi bidang pelayanan untuk memperbaiki bidang pelayanan tidak melakukan pungutan liar lagi. Dalam kegiatan Pre-emtif benar benar harus dipatuhi oleh seluruh pelaksana pelayanan publik," jelasnya.

Masih di tempat sama, Camat Tambang Ulang, Drs Ferhad Norallah M.AP mengakui ada salah satu aparat desa yang masuk diwilayah kecamatan tambang ulang terjerat OTT. "Kejadian ini pada hari Jum'at (14/07/2017) diminta sama Oknum Rp 2 juta yang dibayar oleh pemohon hanya Rp 1 juta saja," ucapnya.

Menurut Drs Ferhad Norallah M.AP, sementara ini pihaknya memberikan sosoialisasi ke pihak Desa yang ada di Kecamatan Tambang Ulang agar segera mungkin membentuk peraturan desa (perdes)bentuk payung hukum yang perlu disasari agar aparat desa tidak terjadi lagi seperti hal sekarang ini. "Pihak Kecamatan Tambang Ulang masih menunggu hasil koordinasi dengan Kabag Hukum dan masih menunghu hasil pembicaraan dengan Ombudsman Kalimantan Selatan masalah mekanisme format bentuk kegiatanya," ucapnya. Asb.

Berita terkait  
tag:pungutan,liar,pungli,ott,aparat,desa,sungai jelai