PELAIHARI POST

Parlementaria

Anggota DPRD Tanah Laut Soroti Proyek yang Tidak Selesai di Tahun 2016

Jum'at, 21 Juli 2017, 00:28:03 wita
Anggota DPRD Tanah Laut Soroti Proyek yang Tidak Selesai di Tahun 2016

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tanah Laut H. Arkani, S.Pd, M.Si, Kamis (20/07/2017)

PELAIHARI POST 電 DPRD Kabupaten Tanah Laut baru saja menggelar Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tanah Laut dengan acara pembicaraan tingkat ke II.Pengambilan Keputusan Terhadap Raperda Kabupaten Tanah Laut Tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD Anggaran tahun 2016, Kamis (20/07/2017). Dalam rapat DPRD Kabupaten Tanah Laut terdapat beberapa temuan yang menjadi perhatian anggota DPRD Kabupaten Tanah Laut seperti adanya beberapa proyek yang belum rampung.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tanah Laut H. Arkani, S.Pd, M.Si mengemukakan dalam pembahasan rapat pansus ada beberapa proyek yang pembangunan yang tidak selesai. "Masalah ini berkaitan dengan kurangnya pengawasan dan perencanaan. Tadi, sudah disampaikan oleh pansus ke depanya masalah pengawasan dan perencanaan menjadi fokus perhatian agar ditahun 2017 tidak terulang lagi yang diprediksi ada beberapa proyek yang hingga kini tidak selesai salah satunya Kolam Renang ,RTH Hasan Basri dan bangunan di DPRD sendiri tidak selesai," jelasnya

Menurut H. Arkani, S.Pd, M.Si, tidak ada istilah dalam anggaran itu pengerjaan proyek menggunakan tahap dua. "Kalau istilah menggunakan tahapan dua itu adalah multi years atau tahun jama satu tahun anggaran dalam pembangunan itu wajib selesai. Terkait, dengan perencanaan ada kekurangan desain dan kekurangan anggaran atau faktor cuaca inilah yang menjadi tidak terselesaikan. Dari hasil laporan, pansus kedepanya masalah perencanaan APBD, ini sudah disahkan pada bulan November tidak ada alasan terlambat lelang," katanya.

Untuk APBD tahun 2016 Kabupaten Tanah Laut, tutur H Arkani.S.Pd, M.Si, berkisar Rp 2,2 Triliun. "Saat ini tahun 2017 sedang berjalan realisasinya baru masuk semester pertama.Yang dikhawatirkan saat ini keuangan daerah sedang mengkewatirkan. Pihak DPRD sendiri sedang membahasan untuk tahun 2018 APBD murni yang dulunya mencapai Rp 2,2 Triliun tapi 2018 nanti dianggarkan Rp 1,1 Triliun. Turunnya sangat signifikan, dan tidak ada pembangunan proyek terkecuali yangmulti years, seperti RSUD itu wajib diteruskan akan tapi anggaran yang ada itu untuk belanja rutin .Pihak DPRD sendiri sedang mendalami di internalnya sendiri terutama banggar. Hingga malam hari sudah dilakukan rapat hasilnya belanja modal hanya ada 13 koma sekian persen saja untuk pelabuhan untuk ganti rugi lahan yang belum selesai beberapa tahun lalu sudah dianggarkan kembali," terangnya.

Menurut H Arkani.S.Pd, M.Si, pendapatan daerah dipatok 927 Miliar, sedangkan ditahun 2016 pendapatan daerah sudah mencapai Rp 1,4 Triliun. "Dimungkinkan pada tahun 2018 nanti pendapatan daerah bisa mengalami penurunan bisa jadi Rp 927 Miliar saja dan ada kemungkinan beberapa faktor yang menjadi turunya pendapatan daerah ini. Penurunan ini bisa disebabkan dari jasa giro sedangkan dulu jasa giro ini besar hasilnya bisa mencapai Triliun rupiah saat ini jasa giro hanya mencapai Rp 7 miliar saja pendapatanya," ungkapnya. Asb.

Berita terkait  
tag:dprd,proyek,mangkrak

Anggota DPRD Tanah Laut dari PPP Dilaksanakan Proses PAW
Kamis, 07 Desember 2017, 22:20:48 wita

Abdi Rahman Akhirnya Di-PAW dari Wakil Ketua DPRD Tanah Laut
Senin, 11 September 2017, 23:03:04 wita