PELAIHARI POST

Peristiwa

Keributan di Lahan yang Dipersengketakan di Desa Ambawang, Satu Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Senin, 31 Juli 2017, 23:28:02 wita
Keributan di Lahan yang Dipersengketakan di Desa Ambawang, Satu Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Aparat Polri dan TNI mengamankan lokasi usai kejadian penghentian aktifitas Excavator di lahan yang dipersengketakan, Senin (31/07/2017)

PELAIHARI POST 電 Beberapa warga berkumpul diajak berdialog dengan pihak kepolisian tampak saat itu oleh Wakapolres Tanah Laut Kompol Iwan Hidayat.S.IK dan Kasat Reskrim Alfian Tri Permadi .S.IK melakukan dialog dengan warga Ambawang di RT 13.Senin (31/07/2017). Upaya dialog ini dilakukan aparat kepolisian sehubungan terjadinya keributan di lahan yang dipersengketaan di Desa Ambawang Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut.

Kompol Iwan Hidayat.S.IK. mengatakan ia menyangkan peristiwa ini "Jika ada masalah meminta diselesaikan secara jalur hukum dalam hal ini jangan ada masyarakat yang tersakiti pihak polisi dibantu TNI membantu melindungi dan mengamankan desa ambawang. Terlepas masalah ini untuk diselesaikan secara baik baik jangan sampai ada korban berikutnya. Tadi ada korban dari pihak perusahaan satu orang, ucapnya

Kejadian ini, menurut Wakapolres, pihak kepolisian masih mendalaminya. Datang ke lokasi untuk menyelamatkan dan membatasi agar tidak sampai lagi terjadi kejadian ribut kembali baik pihak perusahaan dan masyarakat.. "Kita pun, sudah memberikan pengertian kepihak masyarakat yang mana pengaduan masyarakat prosesnya masih berjalan dan untuk sementara waktu ini tempat yang terjadinya keributan ini tadi disetop jangan ada aktivitas," katanya

Sementara dari sumber yang dihimpun oleh Pelaihari Post ,saat dilokasi kejadian , Irfan (35) yang merupakan pengawal Exsavator dilarikan kerumah Sakit Hadji Boejasin mengalami luka di tangan dan kepala akibat. Asb.


Berita terkait  
tag:sengketa,lahan,keributan,ambawang

Bupati Himbau agar Petani Asuransikan Lahannya
Jum'at, 05 Oktober 2018, 14:18:28 wita

Suwito dkk Bebas, Ada Kemungkinan Penyidikan Ulang
Rabu, 20 Desember 2017, 10:18:09 wita