PELAIHARI POST

Laporan Utama

Pendukung Korban Terluka terkait Persengketaan Lahan di Desa Ambawang Datangi Polres

Sabtu, 05 Agustus 2017, 00:44:49 wita
Pendukung Korban Terluka terkait Persengketaan Lahan di Desa Ambawang Datangi Polres

Suasana di depan Polres Tanah Laut setelah mediasi dengan pendukung korban, Jum'at (04/08/2017)

PELAIHARI POST 電 Ratusan pendukung korban yang terluka yang diduga akibat pengeroyokan yang terjadi di Desa Ambawang beberapa waktu lalu, Jum'at (04/08/2017), mendatangi Mapolres Tanah Laut. Mereka mempertanyakan tindak lanjut dari Polres Tanah Laut atas laporan terkait kasus tersebut. Kedatangan mereka diterima di ruang Polres Tanah Laut yang dipimpin Kabag Ops Kompol Fauzan Arianto ,SH,S.IK dan Kasat Reskrim AKP.Alfian Tri Permadi.S.IK.

Pekerja dari Perusahaan yang saat ini terjadi persengketaan lahan dengan warga bernama Irfansyah sebagai pengawal excavator mengangalami luka serius di bagian kepala dan tangan yang saat ini masih di rawat di Rumah Sakit. Peristiwa yang menimpanya ini terjadi saat penghentian aktivitas alat berat berjenis Excavator, Senin (31/07/2017). Peristiwa penghentian aktivitas excavator yang terjadi di Desa Ambawang RT 13 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut ini ada kaitan dengan persengketaan lahan di desa tersebut dengan pihak perusahaan.

Kasat, Reskrim Polres Tanah Lau AKP Alfian Tri Permadi.S.IK mengatakan masyarakat yang datang ke Polres Tanah Laut, menanyakan kelanjutan proses dari kasuh tersebut. "Pihak kepolisian sendiri tadi sudah memfasilitasi mediasi. Kita sudah menyampaikan ke masyarakat penanganan kasus ini hukumnya seperti apa dan pihak polisi sendiri sudah melakukan langkah langkah pemanggilan para saksi. Terkait hasil perkembangan bisa ditentukan tersangkanya setelah ada petunjuk petunjuk yang ada .Mulai pemanggilan pertama sampai ketiga belum ada pihak kita akan menjemputnya," katanya

H ,Umar selaku Pengecara korban irfansyah mengatakan pihaknya mempertanyakan atas pengaduan masyarakat mengenai kasus yang terjadi terhadap Irfansyah. "Semua, masalah ini diserahkan kepada pihak Polres Tanah Laut ,untuk menindak lanjuti secara jalur hukum ,Jangan sampai hal ini ada isu yang berkembang dibelakang nantinya. Masyarakat, menginginkan segera dilaksanakan,walaupun dalam hal ini polisi mempunyai tatanan hukum.Namun, kita lihat dalam kasus ini merupakan kasus penganiayaan bahkan korban Irfansyah saat ini masih di rumah sakit, masih dalam perawatan disebabkan luka robek di kepala yang cukup parah dan luka di tangan," ungkapnya

Hal sama dikatakan tokoh masyarakat yaitu H Gani ,Masyarakat pendukung Irfansyah , mendesak ke pihak kepolisian menanyakan terhadap kasus penganiyaan yang mana pelaku penganiyaan tersebut sudah diamankan apa belum. "Hasil dialog mediasi dari pihak kepolisian.Hal ini ,melalui proses pemanggilan sampai pemanggilan ketiga yang mana ia menjelaskan, saat mediasi jika tidak datang pemanggilan ketiga pihak polisi akan menjemput secara paksa. Masyarakat tadi meminta kepastian, kapan akan diamankanya pelaku penganiayaan tersebut,adapun tadi masyrakat meminta kepihak kepolisian agar pelaku penganiayaan ini segera diamankan.Tadi, hasil keputusan pihak kepolisian dikatakan sampai hari rabu," ucapnya

H.Gani ,berharap hari Rabu pihak polisi sudah bisa mengamankan pelakunya. "Jika belum juga diamankan pelakunya, akan kembali mempertanyakan kepihak kepolisian. Kita berharap kepihak kepolisian sesuai dengan harpan warga hari rabu bisa sudah diamankan," ucapnya

Korban setelah dianiaya, kata H Gani , saat kejadian ia dibiarkan terlantar dikebun karet ,hingga beberapa jam. "Pendukung korban kecewa seolah korban diterlantarakan begitu saja." ucapnya. Asb

Berita terkait  
tag:sengketa,lahan,hgu,ambawang

Perempuan ini pun Ikut Serta Datangi Polres Tanah Laut
Senin, 07 Agustus 2017, 17:13:13 wita

Aksi Heroik, Tiga Orang dari Tim Karhutla Melawan Api
Rabu, 02 Agustus 2017, 23:24:26 wita