PELAIHARI POST

Peristiwa

Dua Anak SD Meninggal Akibat Hanyut Terseret Air di Kawasan Perkebunan di Desa Damit Hulu

Jum'at, 25 Agustus 2017, 21:03:28 wita
Dua Anak SD Meninggal Akibat Hanyut Terseret Air di Kawasan Perkebunan di Desa Damit Hulu

Proses evakuasi korban menggunakan kendaraan milik perusahaan "grader" sebelum dibawa menggunakan Ambulance, Jum'at (25/08/2017)

PELAIHARI POST 電 Dua anak Sekolah Dasar (SD) di Desa Damit Hulu Kecamatan Batu Ampar meninggal akibat hanyut terseret air usai pulang sekolah. Kedua anak tersebut yaitu Syaira Septia Ramadani (9) Kelas V dan Naima Dea Ramadani (11) yang saat ini bersekolah di SDS PT DMS Kebun Barat meninggal di lokasi kawasan perkebunan perusahaan di Desa Damit Hulu Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut .

Kejadian ini berawal kedua anak tersebut setelah pulang sekolah sekitar pukul 11.00 wita. Keduanya bermain di air dibekas galian. Dikarekan airnya deras ia lalu tenggelam di air hingga menyebabkan keduanya hanyut dan terseret air sehingga meninggal dunia, Jumat (25/08/2017).

Dari pantauan Pelaihari Post saat di lokasi di Desa Damit Kecamatan Batu Ampar di tempat penjemputan, Jum'at (25/08/2017), sudah banyak warga berkerumun ingin menyaksikan proses evakuasi dua korban yang menggunkan alat grader. Kedua Korban dievakuasi dengan cara dinaikan ke alat grader milik perusahaan GMK.dari tempat kejadian di Desa Damit Hulu ke Desa Damit yang mana sudah ditunggu dua mobil ambulance dalam proses evakuasi.

Kapolsek Batu Ampar IPTU Darso mengatakan, kedua korban tersebut meninggal dunia , akibat tenggelam di air banjir usai pulang sekolah dan selanjutnya akan dibawa ke Puskmesmas Kecamatan jorong untuk dilakukan pemeriksaan.

Menurut Kapolsek Batu Ampar ini banjir yang melanda di Wilayah Desa Damit dan Damit Hulu sekitar pukul 10.30 Wita. "Dua korban ini ,pada saat kejadian sempat ditemukan oleh warga dan ada salah satu ibunnya pun ikut menolong pada saat kejadian ."Saat itu ada tiga orang yang terbawa banjir tapi yang satu orang selamat. Kita menghimbau juga, kepada warga agar berhati hati dan perhatikan anaknya agar berjalan di jalan yang rawan banjir,"ucapnya

Sementara itu Pariyanto operator grader mengatakan kedua korban dievakuasi di lokasi kejadian di Perusahaan GMK barat ,dikarnakan akses menuju lokasi menggunakan kendaraan mobil tidak bisa dilalui. "Makanya pihak perusaan berinisiatif mengangkat korban menggunakan grader.Kedua korban tersebut hanyut bukan di sungai akan tetapi dari luapan air melebar kejalan.Kita evakuasi di TKP dari jarak TKP ke tempat penjemputan dua mobil ambulance ini sekitat 7 Km ,di evakuasi menggunakan grader ini," ucapnya. Asb.

Berita terkait  
tag:meninggal,anak,sd,banjir,kebun,sawit,damit dulu

Lima Kecamatan Akan Terjadi Curah Hujan Tinggi
Jum'at, 12 Januari 2018, 23:15:40 wita

Seratus Pohon Sawit Siap Ditanam di Jalan yang Berlubang
Senin, 08 Januari 2018, 00:55:28 wita

Warga Desa Batakan Ditemukan Meninggal di Sungai
Jum'at, 22 Desember 2017, 09:52:09 wita

Anggota DPRD Tanah Laut dari PPP Dilaksanakan Proses PAW
Kamis, 07 Desember 2017, 22:20:48 wita