PELAIHARI POST

Laporan Utama

Inilah keadan Sumur Bor, Salah satu Proyek Fisik terkait Penetapan Tersangka Kasus Dana Desa di Kurau Utara

Selasa, 29 Agustus 2017, 23:05:17 wita
Inilah keadan Sumur Bor, Salah satu Proyek Fisik terkait Penetapan Tersangka Kasus Dana Desa di Kurau Utara

Salah satu kondisi Sumur Bor yang terkait Penetapan Tersangka Kasus Penggunaan Dana Desa di Kurau Utara, Selasa (29/08/2017)

PELAIHARI POST 電 Salah satunya proyek fisik yang diduga terdapat indikasi korupsi dalam penggunaan dana di desa Kurau Utara Kecamatan Bumi Makmur Kabupaten Tanah Laut yang bersumberkan pada APBN Tahun Anggara 2016 adalah sumur bor. Selain itu terdapat pula proyek fisik antara lain Poskamling dan Pengurukan Tanah Kuburan. Dalam kasus ini, Kejaksaan Negeri Tanah Laut telah menetapkan Plt Kepala Desa Kurau Utara Fahriyah sebagai tersangka. Kejaksaan Negeri Tanah Laut pun hari ini, Selasa (29/08/2017), melakukan penggeledahan antara lain di rumah tersangka untuk mendapatkan dokumen guna pengembangan perkara lebih lanjut.

Dari Pantauan Pelaihari Post saat dilokasi Desa Kurau Utara, Selasa (29/08/2017), tampak telihat Poskamling yang dibangun sejak tahun 2016 ini ,terbuat dari kayu dengan anggaran yang digunakan sebesar Rp 27 Juta. Selain Poskamling ,ada juga pembuatan sumur bor pengerjaan tahun 2016 salah satunya masih di Jalan bahagia RT 08 dengan total anggaran sebesar Rp 26 Juta.

Salah seorang Warga Desa Kurau Utara RT 08 Bahrani menuturkan kepada Pelaihari Post , dalam pembangunan itu terdapat kejanggalan, tidak saja yang terkait pembangunan fisik tetapi juga dalam penyelenggaraan pemerintahan. "Ada juga pembangunan fisik jembatan yang seharusnya dibikinkan bukan pada tempatnya,seharusnya pembikinan jembatan diperuntukan untuk masyarakat bukan dibangun di depan rumah Plt Kepala Desa Kurau Utara," kata Bahrani

Sedangkan untuk sumur bor, kata Bahrani , ada yang dibangun tanpa adanya tandon dan mesin air. "Sebagian tidak bisa dimanfaatkan dikarenakan airnya asin dan berbau.Proyek fisik lainya seperti pengurukan tanah kuburan ada dua tempat Jalan Handil suruk RT 10 dan Jalan Saripul RT 06. Dana pengurukan untuk lokasi Kuburan tidak sesuai dari anggaran Rp 120 juta, dalam penggunaanya digunakan untuk proyek Rp 75 juta. Pihak Plt Kepala Desa Ini cara pengerjaanya di-sub-kan kepihak pekerja bukan melalui Kontraktor yang memiliki legalitas CV," tutur Bahrani. Asb.

Berita terkait  
tag:korupsi,dana,desa,sumur,bor,kurau utara

Pilkades di Desa Salaman Diminta Diulang
Senin, 20 November 2017, 22:54:16 wita

Tim Penggerak PKK, Laksanakan Jambore Kader Posyandu
Sabtu, 18 November 2017, 23:29:17 wita

Mantan Kades Ini, Kecewa Tidak Bisa Gunakan Hak Pilihnya
Rabu, 15 November 2017, 18:33:35 wita

Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades Serentak Tahun 2017
Selasa, 14 November 2017, 21:21:12 wita

Gang Janda di Desa Kurau Utara, Hebohkan Warga
Selasa, 24 Oktober 2017, 19:44:22 wita