PELAIHARI POST

Laporan Utama

Pasca Pengrusakan Tanaman Sawit, Sekitar 60 Pekerja Perusahaan Berjaga-Jaga

Jum'at, 08 September 2017, 01:05:36 wita
Pasca Pengrusakan Tanaman Sawit, Sekitar 60 Pekerja Perusahaan  Berjaga-Jaga

Para Pekerja PT Candi Arta dan PT Lunik Anugerah melakukan penjagaan lahan sawit, Kamis (07/09/2017)

PELAIHARI POST 電 Sekitar 60 orang pekerja di PT Candi Arta dan PT Lunik Anugerah, berjaga jaga di lahan kebun sawit di blok H 13 yang berada di Desa Sebuhur Kecamatan Batu Ampar.Para pekerja ini berjaga sejak kemarin ,saling bergantian untuk mengantisipasi terjadinya kembali pengrusakan lahan sawit milik PT Lunik Anugerah. Para pekerja ini melakukan Penjagaan aset lahan perusahaan itu dilakukan pergantian dua shift siang dan malam. Mereka pun ada yang mendirikan tenda di lahan tanaman sawit yang mengalami kerusakan, Kamis (07/09/2017). Selain para Pekerja, Babinsa baik dari Desa Jilatan maupun dari Desa Tajau Pecah tampak serta dalam penjagaan.

Danpos Batu Ampar, Peltu Sudaryono mengemukakan kejadian pengerusakan tanaman sawi tersebut menjadikan perhatian pihaknya. "Para Babinsa dari Desa jilatan dan Desa Tajau pecah ikut menjaga supaya tidak ada terjadi hal hal yang tidak diinginkan, " kata Peltu Sudaryono.

Sementara itu General Manager (GM) PT. Candi Arta Rudi.Susanto ketika ditemui Pelaihari Post , Kamis (07/09/2017), menyampaikan soal pengrusakan lahan dan Pohon Sawit milik PT Lunix Anugerah. "Akibat dari pengrusakan pohon sawit ini sangat merugikan, hal ini sudah kerap terjadi Kejadian ini sudah yang ke lima kalinya di lokasi itu ditambang orang." katanya

Menurut Rudi.Susanto, harusnya para pekerja yang berjaga saat ini bekerja memanen sawit, karena terjadi kejadian tersebut tidak bisa dilakukan. "Mereka tidak memanen, kalau diukur dalam bekerja mereka bisa memanen 100 ton dalam satu hari," ungkapnya

Dengan adanya pengrusakan lahan tersebut, tutur Rudi Susanto, pihaknya sudah melaporkan ke pihak yang berwajib. "Namun laporan yang di sampaikan selalu stagnan, termasuk dipidanakan juga stagnan, pihaknya pun sampai merasa bingung entah kenapa sampai tidak mengerti sejauh ini tidak ada tindakan.pihaknya pun hanya mencoba bertahan sendiri saja," ujarnya.

Secara legalitas, Kata Rudi Susanto, PT. Lunix memiliki kepemilikan dokumen yang sah. "Ini tanah negara yang mana diterbitkan HGU. Sejak tahun 2010 itu tidak ada masalah apapun bahkan tida ada penambang. Akan tetapi, setelah muncul penambang batu bara , baru lah timbul klaim - Klaim yang mengatas namakan masyarakat. Tanah ini sudah ada PTUN dan sudah keluar putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin, yakni Surat Keputusan Berkekuatan Hukum Tetap (Inkracht) nomor W2.TUN3/861/HK.06/VIII/2017.karena dulunya pernah sampai ke PTUN atas adanya gugatan. Bahkan dalam sidang pun selalu menangkan oleh pihaknya dan dalam banding juga mereka kalah. maka keluarlah keputusan inkracht tersebut, karena dinilai tidak ada upaya hukum lagi dari pihak yang kalah dalam perkara ini, " tegasnya. Asb.

Berita terkait  
tag:pengerusakan,sawit,alat berat

Warga di Desa Jorong Tolak Angkutan Sawit dari Perusahaan
Selasa, 20 Desember 2016, 22:26:36 wita