PELAIHARI POST

Laporan Utama

Terdakwa Pembunuhan dengan Korban Bersimbah Darah di Mushola Divonis Bebas

Selasa, 12 September 2017, 21:49:20 wita
Terdakwa Pembunuhan dengan Korban Bersimbah Darah di Mushola Divonis Bebas

Muhammad Nasurudin (menggunakan kaos berkerah biru) divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Pelaihari pada Kamis (07/09/2017)

PELAIHARI POST 電 Muhammad Nasurudin (69) warga Jalan A.Yani Km 14 Desa Sungai Cuka RT 08 RW 03 Kecamatan Kintap yang sebelumnya sebagai terdakwa kasus pembunuhan terhadap Sukoyo (42) Warga Desa Sungai cuka RT 08 RW 03 Kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Pelaihari. Pengadilan Negeri juga menyatakan Muhammad Nasirudin tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dalam dakwaan Primair Penuntut Umum dan memerintahkan Terdakwa dibebaskan dari Tahanan segera setelah putusan diucapkan. Putusan ini diucapkan di Pengadilan Negeri Pelaihari pada Kamis (07/09/2017) oleh Majelis Hakim, Boedi Haryantho, SH, MH sebagai Hakim Ketua Melis, Leo Mampe Hasugian SH dan Harries Konstituanto, SH, M.Kn masing-masing sebagai Hakim Anggota.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya warga di RT 08 RT 03 Desa Sungai Cuka Kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut yang hendak sholat Ashar di Mushola Al-Muhajirin, Senin (16/01/2017), terkejut saat hendak memasuki mushola. Mereka mendapati seseorang yang terkapar di lantai dan bersimbah darah. Bagian tubuhnya pun didapati warga sudah tidak utuh, bagian kepala korban sudah tidak ada lagi. Korban itu diketahui bernama Sukoyo (42) Warga Desa Sungai cuka RT 08 RW 03 Kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut. Ia menjadi korban pembunuhan dengan senjata tajam.

Muhammad Nasurudin ditangkap pada hari yang sama Senin (16/01/2017) beberapa jam setelah kejadian. Bahkan untuk menjaga situasi keamaan di sekitar wilayah kejadian seluruh Anggota Keluarga Tersangka pelaku pembunuhan di Desa Sungai Cuka Kecamatan Kintap diamankan untuk beberapa waktu oleh aparat Kepolisian. Anggota keluarga yang ada di rumah tersangka saat itu, terdiri dari tersangka itu sendiri, 3 (tiga) anak tersangka dan 1 (satu) istri tersangka diamankan di Polsek Kintap yang selanjutnya diamankan ke Polres Tanah Laut.

Berdasarkan salinan putusan pengadilan Negeri Pelaihari yang dibacakan pada pada Kamis (07/09/2017) selain dinyatakan bahwa Muhammad Nasirudin tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dalam dakwaan Primair Penuntut Umum. Pengadilan juga memerintahkan Terdakwa dibebaskan. Membebaskan terdakwa dari dakwaan primair penutut umum. Namun demikian Pengadilan Negeri Pelaihari menyatakan bahwa terdakwa terbukti melakukan "pembunuhan" sesuai dakwaan subsider Penuntut Umum akan tetapi bukan merupakan tindak pidana. Selanjutnya Pengadilan memerintahkan Terdakwa dimasukan ke Rumah Sakit Jiwa selama 1 (satu) tahun untuk menjalani pengobatan/perawatan di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Banjarmasin.

Penasehat Hukum dari Terdakwa Hj Sunarti SH dari Yayasan Pecinta Kesadaran Hukum dan Keluarga (YPKH-LKBHUWK) ketika ditemui Pelaihari Post menyatakan lega atas putusan tersebut. "Unsur pidananya terpenuhi akan tetapi tidak dapat dipertanggung jawabkan," katanya. Asb.

Berita terkait  
tag:pembunuhan,mushola,sungai cuka,pengadilan,pn