PELAIHARI POST

Usaha Ekonomi

Kelompok Tani di Desa Telaga Olah Kotoran Sapi Jadi Pupuk Organik

Selasa, 19 September 2017, 20:58:31 wita
Kelompok Tani  di Desa Telaga Olah Kotoran Sapi Jadi Pupuk Organik

Petani sedang mengolah Kotoran Sapi untuk dijadikan Pupuk Organik, Selasa (19/09/2017)

PELAIHARI POST 電 Kelompok Tani Jaka Suma Desa Telaga RT 04 Kecamatan Pelaihari ,Kabupaten Tanah Laut ,memamfaatkan Kotoran Sapi menjadi pupuk organik. Selama ini kebanyakan peternak sapi menjadikan kotoran sapi hanya dijadikan pupuk kandang tanpa adanya proses pengolahan, yang biasanya kotoran sapi itu hanya dibiarkan mengering di suatu lahan setelah kering baru digunakan untuk penyuburan tanah atau tanaman saja.

Kondisi seperti itu bisa mengganggu lingkungan terutama pencemaran udara. Sebab kotoran sapi ,yang masih basah menimbulkan bau tidak sedap. Ini jelas ,membahayakan kesehatan bagi orang yang menghirupnya. Padahal, kotoran sapi itu sebenarnya bisa dibuat diolah menjadi pupuk organik hal ini yang dilakukan kelompok ternak Jaka Suma Desa Telaga RT 04 dibantu lima tenaga peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Selatan. Mengolah ,limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik .Selain menjadi pupuk organik, ini juga untuk dapat mencegah kerusakan lingkungan disebabkan dari kotoran sapi yang tidak dimanfaatkan.

Menurut, keterangan salah satu dari peneliti BPTP Provinsi Kalimantan Selatan yaitu Eni Siti Rohaeni kepada Pelaihari Post , Selasa (19/09/2017), BPTP melakukan pendampingan baik Taman Teknologi Pertanianya (TTP) ataupun kegiatan Pengkajian Pakan untuk Sapi dan pendampingan peternakan. Peniliti BPTP sendiri memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi pupuk padat. "Kelompok Jaka Suma ini sudah memanfaatkan pupuk cair jenis Bio Urine tinggal cara membuat pupuk padatnya saja. Pupuk padat dari limbah kotoran sapi ,jika tidak dimanfaatkan akan menimbulkan bau dan mecemari lingkungan ,akan tetapi dengan dimanfaatkan ini akan memiliki nilai plus bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik dan bisa mempunyai nilai jual atau nilai ekonomis,yang mana kalau sudah dipermentasi bisa dijual dalam.1 kg Rp 1000 rupiah," ungkapnya.

Pihak BPTP dan Kelompok Jaka Suma , menurut Eni Siti Rohaeni, memulai untuk sama sama memanfaatkan pupuk padat dan pupuk organik ,pihak BPTP sendiri mengasumsikan dalam satu ekor sapi bisa menghasilkan 5 s/d 7 kg, dalam satu harinya pembuatan pupuk organik .Sedangkan, di Kelompok Jaka Suma sendiri memiliki 10 ekor sapi ini bisa menghasilkan 70 kg dalam satu harinya. Sehingga kalau sebulan bisa mencapai 2,1 ton. "Hasil dari pupuk organik ini ,bisa dimanfaatkan untuk tanaman padi ,bisa dimanfaatkan tanaman sawit dan tanaman lainya banyak kegunaanya,yang terpenting, prosesnya pembuatan pupuk organik ini harus melalui permentasi dulu, yang akan mematikan bibit penyakit ,permentasi ini pada umumnya membutuhkan waktu 3 sampai 4 minggu. Proses pembuatan pupuk organik ini, pernah di coba oleh pihak BPTP sejak tahun 2010 untuk di Kabupaten Tanah Laut .Tergantung kepihak peternaknya sendiri, saat ini ada yang masih menggunakan ada juga yang tidak," ucapnya

Eni Siti Rohaeni ,berharap dengan adanya pembikinan pupuk organik bisa didukung dengan SDM yang baik dan bisa mencontohkan ke Kabupaten lain seperti di Barito Kuala yang sudah memproduksi pupuk organik yang bisa di jual ke luar daerah Kalimantan Selatan. hingga menjadikan sumber pendapatan, baik di jual ataupun di gunukan untuk kelompok nya sendiri. "Dengan menggunakan pupuk organik ini bisa meningkatkan kualitas tanah menjadi subur dan hasil tanamanya juga meningkat," tuturnya

Sementara Ketua Kelompok Jaka Suma Wahyudi mengatakan bahwa pupuk kompos organik ini akan digunakan pada saat penanaman padi yang akan datang. "Pupuk kompos ini pada saat mau tanam disebar ditanah sawah,sebelumnya ada pun penggunaan pupuk kompos organik ini pernah dicoba oleh salah satu anggota kelompok Jaka Suma dan hasilnya sangat memuaskan," katanya.

Pihak Jaka Suma sendiri, tutur Wahyudi, sebelumnya pernah membikin pupuk cair namun itu akan digunakan pada saat penyemprotan ke batang pohon padinya. "Kami sangat mendukung sekali dengan kegiatan pembuatan pupuk kompos organik, yang bisa memanfaatkan kotoran ternak sapi dengan baik nantinya akan mendorong produksi pertanian di kelompok," ucapnya. Asb

Berita terkait  
tag:sapi,kotoran,pupuk,organik,peternak,petani

Kawasan Gunung Kayangan Dijadikan Tempat Penanaman Kedelai
Jum'at, 06 Oktober 2017, 20:16:22 wita