PELAIHARI POST

Sekolah/Perguruan Tinggi

Gara-Gara Menegur Muridnya, Ibu Guru dari SDN Pelaihari 7 ini Dilarikan ke Rumah Sakit

Kamis, 05 Oktober 2017, 00:55:33 wita
Gara-Gara Menegur Muridnya, Ibu Guru dari SDN Pelaihari 7 ini Dilarikan ke Rumah Sakit

Suprihatin saat dirawat di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, dikunjungi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Tanah Laut, Rabu (04/10/2017)

PELAIHARI POST 電 Ibu guru pada SD Negeri 7 Pelaihari yaitu Suprihatin terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hadji Boejasin Pelaihari. Ia mengalami penganiayaan yang menyebabkan luka ditangannya dan harus dibawa ke rumah sakit. Pelaku penganiayaan diduga dilakukan oleh orang tua murid dari siswa yang sebelumnya ia tegur karena tidak membawa sepatu.

Orang tua murid ini yang diduga melakukan penganiayaan itu, mendatangi Suprihatin Guru Sekolah yaitu SDN Pelaihari 7 ,Kecamatan Pelaihari ,Kabupaten Tanah Laut. Belum diketahui nama dari pelaku yang melakukan penganiayaan tersebut. Suprihatin dianiaya oleh orang tua murid tersebut , dengan cara meremas tangan sebelah kanan Suprihatin hingga mengeluarkan darah.Akibatnya Suprihatin ,terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Hadji Boejasin untuk dilakukan perawatan medis.

Kepala Sekolah SD Negeri Pelaihari 7 H Norhamsyah .S.Pd kepada Pelaihari Post , Rabu (04/10/2017), menuturkan orang tua siswa yang diduga sebagai pelaku penganiayaan tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian. ia pun membenarkan karena ditegur anaknya sekolah karena tidak memakai sepatu. "Entah kenapa orang tuanya ibu anak ini datang kesekolahan.Kalau kejadian sebenarnya kita juga tidak tau, " ucapnya

Menurut H Norhamsyah .S.Pd, karena dipegang tanganya Suprihatin lalu terkelupas kulitnya "Yang mana suprihatin ini habis sakit kerkena sakit juga ada bekas bengkak ditanganya," katanya

Dari informasi yang dihimpun Pelaihari Post ,Suprihatin sudah dipulangkan ke rumahnya dari RSUD Hadji Boejasin.Naum ia harus lakukan rawat jalan.

Atas kejadian ini pihak sekolah SDN Pelaihari 7 , merasa ketakutan, khawatir kalau hal ini terjadi kembali, orang tua murid tersebut mendatangi sekolahnya. Asb

Berita terkait  
tag:aniaya,guru,siswa,sd

BBM untuk Nelayan nantinya akan Dikelola Perusda
Senin, 23 Oktober 2017, 19:43:05 wita