PELAIHARI POST

Peristiwa

Kasus Penipuan Arisan Berbasis Online, Terdakwa Akui dapat Keuntungan hingga Rp 50 juta per bulan

Selasa, 10 Oktober 2017, 21:21:12 wita
Kasus Penipuan Arisan Berbasis Online, Terdakwa Akui dapat Keuntungan hingga Rp 50 juta per bulan

Terdakwa saat hendak meninggalkan Ruang Sidang Pengadilan Negeri Pelaihari, Selasa (10/10/2017)

PELAIHARI POST 電 Pengadilan Negeri Pelaihari kembali menggelar Sidang terhadap perkara terkait kasus penipuan arisan berbasis online, Selasa (10/10/2017). Sidang yang digelar untuk keempat kalinya ini mengagendakan mendengarkan kesaksian terdakwa yakni Irmi Ridha. Majelis Hakim dalam persidangan ini Boedi Haryantho SH.MH sebagai Ketua Majelis Hakim dan Leo Mampe Hasugian SH dan Riana Kusumawati, SH sebagai Anggota Majelis Hakim. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum yaitu Indra Surya K. SH. Dalam kesaksiannya terdakwa antara lain mengakui dalam satu bulan bisa mendapatkan keuntungan dari arisan online hingga sebesar Rp 50 juta.

Terdakwa Irmi Ridha di dalam persidangan mengaku selama mengikuti arisan online ini sejak tahun 2016. Namun saat itu ada boss dari arisan online tersebut yang ia sebut bernama Hj Mirna , yang mengelola uang. Sejak berhenti mengikuti bos-nya tersebut Irmi Ridha mengelola arisan online tersebut hingga mempunyai Reseller 120 orang ,sedangkan uang yang di peroleh dari arisan online nya itu hingga 3 miliar .

Irmi Ridha, mengaku, dalam satu bulan mendapatkan keuntungan dari arisan online hingga sebesar Rp 50 juta. "Uang Resellernya digunakan untuk kepentingan sendiri. Saya belikan mobil dari uang yang saya dapat dari arisan online. Dari uang arisan saya mendapatkan Rp 400 juta.Namun uangnya habis semua untuk membayar Reseller bahkan toko saya yang dikelola juga di beri garis polisi," katanya.

Jaksa Penuntut Umum Indra Surya K.SH kepada Pelaihari Post mengatakan terdakwa dikenakan Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP, hukuman 4 tahun penjara. "kami menghimbau kepada masyarakat Tanah Laut ,untuk berhati hati melakukan investasi ,terutama tidak adanya pengawasan dari OJK," harapnya .

Sementara Penasehat Hukum Irmi Ridha ,Adam Parawansa Shabubakar SH mengatakan klien-nya memang mengakui arisan online tersebut dikelolanya. "Namun arisan online ini bukan hanya klien kami saja. "Sejak awal ada pengarahan dari Hj Mirna untuk mengelola dana yang masuk lebih besar dari pada dana yang dikeluarkan. Kami akan membuktikan nanti pada bukti transferan dari Irmi Ridha kepada Hj Mirna," ucapnya. Asb.


Berita terkait  
tag:penipuan,online,arisan,pengadilan,sidang

Suwito dkk Bebas, Ada Kemungkinan Penyidikan Ulang
Rabu, 20 Desember 2017, 10:18:09 wita