PELAIHARI POST

Peristiwa

Sidang Kasus Penganiayaan di Lahan Sengketa di Desa Ambawang, berlangsung Aman

Jum'at, 20 Oktober 2017, 00:29:33 wita
Sidang Kasus Penganiayaan di Lahan Sengketa di Desa Ambawang, berlangsung Aman

Kantor Pengadilan Negeri Pelaihari, Kamis (19/10/2017)

PELAIHARI POST 電 Kasus penganiayaan yang terjadi dilahan yang dipersengketakan di Desa Ambawang Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut menjadi perhatian publik. Karena peristiwa penganiayaan yang terjadi tidak terlepas dari adanya proses panjang dari persoalan persengketaan lahan yang melibatkan banyak warga dan menjadi perhatian publik. Tetapi sidang terkait perkara ini, selama ini dinilai berlangsung aman.

Humas Pengadilan Negeri Pelaihari Poltak SH ketika dikonfirmasi Pelaihari Post , Kamis (19/10/2017), mengatakan persidangan dalam kasus ini berlangsung aman, terkendali dan kondusif. "Untuk pengamanan dibantu oleh Kepolisian dari Polres Tanah Laut," ucapnya.

Menurut Humas Pengadilan Negeri Pelaihari ini, berkaitan dengan sidang kasus penganiayaan di Desa Ambawang, sidang berlangsung dangan acara pembacaan surat dakwaan, atas surat dakwaan, terdakwa maupun penasihat hukum tidak mengajukan keberatan, lalu sidang ditunda ke hari Kamis tgl 26 Oktober 2017 dengan acara Pembuktian berupa keterangan saksi dari Penuntut Umum. "Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Boedi Heryanto, SH.MH, dan didampingi oleh Leo Mampe Hasugian, SH dan Harries Konstituanto, SH. M.kn sebagai Anggota Majelis Hakim," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan Pekerja dari Perusahaan yang pada waitu itu sebagai pengawal excavator mengangalami luka serius di bagian kepala dan tangan yang saat ini masih di rawat di Rumah Sakit. Peristiwa yang menimpanya ini terjadi saat penghentian aktivitas alat berat berjenis Excavator, Senin (31/07/2017). Peristiwa penghentian aktivitas excavator yang terjadi di Desa Ambawang RT 13 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut ini ada kaitan dengan persengketaan lahan di desa tersebut dengan pihak perusahaan.

Atas kejadian di atas Ratusan pendukung korban yang terluka yang diduga akibat pengeroyokan yang terjadi di Desa Ambawang beberapa waktu lalu, Jum'at (04/08/2017), mendatangi Mapolres Tanah Laut. Mereka mempertanyakan tindak lanjut dari Polres Tanah Laut atas laporan terkait kasus tersebut.

Selanjutnya Ratusan warga dari Desa Ambawang Kecamatan Batu Ampar pun mendatangi Polres Tanah Laut, Senin (07/08/2017),. Kedatangan ini dimaksudkan untuk mengawal pemanggilan terhadap saksi di Polres Tanah Laut. Para saksi itu dipanggil terkait kasus dugaan pengeroyokan terhadap pegawai Perusahaan terkait persengketaan lahan di Desa Ambawang tersebut. Asb.

Berita terkait  
tag:ambawang,laha,sengketa,pengadilan

Suwito dkk Bebas, Ada Kemungkinan Penyidikan Ulang
Rabu, 20 Desember 2017, 10:18:09 wita