PELAIHARI POST

Seputar Tanah Laut

Kasus Penganiayaan di Lahan yang Dipersengketakan, Pengunjung Kedua Kubu Penuhi Ruang Sidang

Kamis, 26 Oktober 2017, 21:01:18 wita
Kasus Penganiayaan di Lahan yang Dipersengketakan, Pengunjung Kedua Kubu Penuhi Ruang Sidang

Tiga terdakwa dihadirkan dalam persidangan dengan Agenda mendengarkan keterangan saksi, Kamis (26/10/2017)

PELAIHARI POST 電 Sidang kedua, kembali di gelar di Pengadilan Negeri Pelaihari di Jalan Hadji Boejasin Pelaihari Kabupaten Tanah Laut.Sidang terkait kasus penganiayaan yang terjadi di lahan yang dipersengketakan yakni di Desa Ambawang Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut, Kamis (26/10/2017). Pengunjung baik dari kubu terdakwa maupun korban tampak penuhi ruang sidang. Semua kursi penuh disi oleh pengunjung bahkan ada juga yang harus berdiri di luar pintu tempat sidang. Karena peristiwa penganiayaan tersebut yang terjadi, tidak terlepas dari adanya proses panjang dari persoalan persengketaan lahan, yang melibatkan banyak warga dan menjadi perhatian publik. Termasuk, sidang yang kedua itu dalam agenda mendengarkan keterangan saksi .Tetapi sidang terkait perkara ini, selama ini dinilai berlangsung aman,walaupun dihadiri puluhan masa dari kedua belah pihak hadir dalam proses persidangan kedua ini, hingga harus melibatkan belasan personel pengamanan pihak Kepolisian Polres Tanah Laut.

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Boedi Heryantho SH.MH dan Leo Mampe Hasugian SH dan Haries Konstituanto SH.M.Kn sebagai anggota Majelis Hakim. Sedangkan selaku Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Kejaksaan Negeri Tanah Laut, Kasi Pidana Umum turun langsung selaku JPU yakni Adhya Satya L.B.SH.MH dan Indra Surya Kurniawan SH. Agenda Sidang kali ini mendengarkan keterangan saksi. Pada sidang ini pun dihadirkan alat buktiberupa satu parang, pakaian milik korban serta alat tempat handphone.

Pada sidang kali ini tampak terlihat suasana sidang ada yang berbeda terlihat ada ketegangan dari wajah - wajah warga saat menyaksikan jalanya persidangan. Ketua Majelis Hakim Boedi Heryantho SH.MH, saat itu memberikan himbauan jika sidang yang digelar saat ini jangan terlalu dibawa tegang, iapun memberikan ketegasan saat itu, jika nanti selesai kasus ini jangan sampai terulang kebali,menyelesaikan sesuatu dengan kekerasan buahnya akan pahit .Ketua Majelis Hakim dua kali ia menyarankan pengunjung sidang untuk keluar jika masih tidak mentaati peraturan dalam persidangan saat itu.

Saksi sekaligus korban, yaitu Nurifansyah dalam persidangan itu mengaku saat terjadinya kasus pengeroyokan yang terjadi kepadanya. "Ketika itu saya sedang mengawasi para pekerja yang sedang membikin parit, datang lah beberapa warga mendatanginya. Ada tujuh warga datang meminta ia jangan bekerja membikin parit, lalu setelah itu warga pulang dan kembali lagi membawa masa yang lebih banyak," Kata Nurifansyah didepan Majelis Hakim.

Nurfansyah mengatakan saat kejadian tersebut terjadinya pembacokan dan pemukulan secara bersamaan oleh ketiga pelaku, yang mengenai dibagian kepala akibat sabetan parang, bagian dua lengan kiri dan kanan akibat pukulan kayu ulin, Iapun katakan lengan sebelah kanan patah sampai saat ini berdampak tidak bisa membawa sepeda motor. Setelah itu dirinya tidak ada yang menolong ia terkapar beberapa jam hingga datang pihak kepolisian dan membawanya ke Rumah Sakit.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tanah Laut, Adhya Satya L.B.SH.MH, usai sidang kepada Pelaihari Post mengatakan ada empat orang saksi yang diajukan dalam persidangan saat ini. Empat saksi salah satunya korban dari penganiayaan, ketiga saksi lainya yang melihat saat kejadian yang menyatakan korban telah dilakukan penganiayaan oleh terdakwa. "Saksi sekaligus korban tadipun sudah menceritakan bagaimana proses luka luka yang dialaminya dan barang bukti yang dihadirkan tadi dibenarkan oleh saksi yang dibawa oleh terdakwa berupa Parang, satu baju dan tempat handphone pemilik saksi korban. Kronologis kejadianya dari keterangan saksi pemukulan dan pembacokan dilakukan secara bersamaan," Ungkapnya

Menurut Adhya Satya L.B.SH.MH acara sidang akan digelar kembali pada hari selasa tanggal 31 Oktober 2017 dengan agenda pemeriksaan saksi.

Sementara itu Humas Pengadilan Negeri Pelaihari Poltak SH saat dikonfirmasi Pelaihari Post mengatakan jalanya persidangan yang dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Pelaihari dalam agenda keterangan saksi berjalan dengan normal dan aman. Asb

Berita terkait  
tag:sidang,penganiayaan,pengadilan

Penjual Miras di Desa Jilatan Alur Divonis Denda Rp 1 Juta
Selasa, 12 September 2017, 14:11:42 wita