PELAIHARI POST

Usaha Ekonomi

Pedagang Keluhkan Penutupan Akses Jalan ke Pasar Sayur, Omset Penjualan Menurun

Jum'at, 03 November 2017, 15:27:29 wita
Pedagang Keluhkan Penutupan Akses Jalan ke Pasar Sayur, Omset Penjualan Menurun

Kondisi Pasar Sayur yang terlihat agak lengang dan sepi pembeli, Kamis (02/11/2017)

PELAIHARI POST 電 Penutupan jalan akses masuk pasar sayur berakibat menurunnya pendapatan para pedagang. Omset penjualan pedagang menurun dengan dratis dibandingkan dengan sebelum jalan ditutup dengan portal. Kondisi sepi pembeli sudah dialami berbulan-bulan lamanya, Kamis (02/11/2017)

Seperti dikeluhkan Eko (35th), pedagang buah di pasar sayur. Sejak ditutupnya jalan, mengaku omset penjualannya turun hingga 70%. Menurutnya penutupan akses jalan terkait adanya penertiban pasar di saat penilaian Piala Adipura untuk kota Pelaihari. Dengan alasan banyak pedagang yang melanggar aturan sehingga perlu ditertibkan. "Namun hanya dilakukan saat itu saja, dan tidak ada lagi penertiban lebih lanjut. Sebagai pedagang, saya tidak keberatan bila ada penertiban. Tapi setidaknya dilakukan secara berkelanjutan. Jika kami bersalah, kami siap diberi sanksi. Tapi kalau kami sudah tertib, tolonglah diberi apresiasi," keluhnya.

Namun jika ditutup jalan akses masuk, tutur Eko, tidak sesuai dengan kesepakatan terdahulu. "Apalagi sekarang pedagang sayur yang dulu disebut Pasar Subuh, yang berada diatas (belakang Bajuin Plaza, Red). Dahulu perjanjiannya mereka boleh menggelar dagangannya hanya sampai pukul 9:30 Wita. Sekarang mereka bebas berjualan sampai sore hari. Kami sudah pernah membuat petisi berisi permintaan untuk dibukanya akses jalan masuk. Tapi kami justru merasa diputar-putar antara Pengelola Pasar dan Dinas Perhubungan. Mereka beralasan hanya menjalankan perintah pimpinan dan bukan wewenangnya," jelas Eko

Eko yang mengaku sudah lebih dari lima tahun berjualan ini juga mengeluhkan masalah sampah. Kontener sampah yang disediakan di belakang Bajuin Plaza, menurutnya, mengeluarkan bau menyengat. Dan sampah yang berada di dalam pasar sudah ada dua bulan tidak diangkut. Hal ini dikhawatirkan menjadi penyumbat pada selokan-selokan yang ada. Meski sudah dibersihkan, namun bila tidak segera diangkut bisa masuk lagi ke selokan. "Kami berharap pihak Pemerintah Daerah memperhatikan pedagang kecil di Pasar Sayur yang merupakan pedagang lama," harapnya.

Hal senada juga diungkapkan Husni (45th), seorang pedagang ayam potong sejak tujuh tahun yang lalu. Dahulu dia dalam sehari bisa menjual 150 ekor ayam potong, tetapi sekarang, ia mengaku untuk menjual 50 ekor saja sangat susah. Demikian juga masalah sampah, ia juga mengeluhkannya. "Bagi saya, entah itu Pengelola Pasar atau Pemda selama ini kurang tegas. Kalau kurang tertib ya ditertibkan, tapi dilakukan secara berkala dan teratur. Bukan hanya saat mau ada penilaian Adipura saja dilakukan," Kata Husni.

Sementara Dina (30th), pedagang Bawang juga mengaku omset penjualannya turun sangat dratis. "Dahulu setiap hari dia mampu memyisihkan uang untuk menabung, tetapi dengan kondisi sekarang justru uang tabungan yang semakin menipis. Berjualan sehari cuma dapat Rp 100 ribu lebih sedikit, itupun belum dipotong modal", katanya dengan nada sedih sambil memperlihatkan uang hasil jualannya. Wad

Berita terkait  
tag:pasar, sayur,lengang,penutupan,akses,jalan