PELAIHARI POST

Seputar Tanah Laut

Sidang Kasus Terbunuhnya Warga Desa Tabanio, Mendengarkan Keterangan Saksi

Rabu, 08 November 2017, 11:18:54 wita
Sidang Kasus Terbunuhnya Warga Desa Tabanio, Mendengarkan Keterangan Saksi

Terdakwa saat menghadiri persidangaan, Agenda mendengarkan keterangan saksi, Selasa (07/11/2017)

PELAIHARI POST 電 Persidangan kasus yang menyebabkan terbunuhnya Rozali warga jalan Benteng Desa Tabanio RT 13 Kecamatan Takisung.Kabupaten Tanah Laut, pihak Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Kejaksaan Negeri Tanah Laut, menghadirkan keterangan saksi peristiwa, Sidangpun digelar di Aula Sidang Kartika Pengadilan Negeri Pelaihari.Selasa (07/11/2017). Persidangan yang di pimpin ketua Majelis Leo Mampe Hasugian SH, itu dihadiri juga terdakawa Yaitu Muhammad Rido (edo), yang mana ia didakwa telah menyebabkan terbunuhnya korban Rozali .

Dua saksi peristiwapun dihadirkan saat itu oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU ) Kejaksaan Negeri Tanah Laut Albert SH dan Natalia SH .yang mana saksi itu untuk memberikan keterangan dihadapan majelis hakim. Dua saksi itu Nazarullah dan Panut pemilik sepeda motor yang dibawa oleh Muhammad Rido setelah terjadinya peristiwa.

Dalam keterangan dibawah sumpah, kedua saksi ini mengatakan peristiwa yang sebenarnya ia tidak mengetahuinya , dari keterangan saksi Nazarullah ia mendapatkan kabar dari warga melalui telephone ada perkelahian di Tabanio seberang ternyata setelah di tempat kejadianya korban pun sudah dilarikan ke Rumah Sakit.Dan saat itu, ada sepeda motor yang sudah terbakar, terdakwa diakuinya ia menyerahkan diri kepihak kepolisian polres tanah laut, " kata saksi Nazarullah

Nazarullah mengakui senjata tajam jenis celurit ( arit ) digunakan terdakwa saat itu ia tidak begitu tau persis darimana asal mulanya arit, yang digunakan oleh terdakwa, ia hanya mengetahui arit tersebut diserahkan oleh keluarga korban saat itu. Majelis hakim Leo Mampe Hasugian SH, menyarankan, seharusnya barang bukti tersebut harus dites sampel darahnya untuk membuktikan menjadi barang bukti pada saat nanti dipertimbangkan pada putusan.

Iapun menekan kan jika mengambil barang bukti seharusnya jelas jangan sampai berpindah pindah tangan. Saksi kedua yaitu panut, iakatakan dihadapan majelis hakim.sepeda motornya miliknya saat itu diambil oleh terdakwa, yang mana ia saat itu sedang berhenti, ia diberitahu oleh warga bahwa pada saat itu ada perkelahian, "terdakwa itu menghampiri saya sambil bawa arit lalu naik ke sepeda motor saya, ia pun katakan yang saya kurang mengerti dan saya tidak menjawab apa apa lalu saya turun dan motor dibawa oleh terdakwa." katanya

Panut, mengaku saat itu terdakwa memang tidak ada kata mengancam. Namun ia merasa takut dan terancam terdakwa saat itu membawa arit yang berlumuran darah " ucapnya

Kasi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum ) Kejaksaan Negeri Tanah Laut, Adhya Satya L.B.SH.MH ia katakan usai persidangan.Sidang hari ini merupakan sidang pemriksaan saksi dari pihak penyidik yang menemukan barang bukti arit (celurit ) "tadi sudah dijelaskan ditemukan dari pihak korban dibawa celuritnya. Asb.

Saksi kedua terkait dengan, pencurian dengan kekerasan, ia merasa terancam dikarnakan saat itu terdakwa membawa celurit berdarah untuk meminjam sepeda motor si saksi tersebut.dengan cara mendorong ia menggunakan celurit dengan sarana untuk mengancam.

Menurut Kasi Pidum, terdakwa ini dikenakan dua pasal yakni pasal 338 KUHP, Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.Untuk unsyur pencurianya dikenakan Pasal 365 KUHP. Asb.

Berita terkait  
tag:sindang,pembunuhan,pengadilan,tabanio