PELAIHARI POST

Peristiwa

Sidang Kasus Pengeroyokan di Lahan yang Disengketakan, Saksi Marwoto Mengaku Ada Tekanan Saat Penyidikan

Selasa, 21 November 2017, 20:05:35 wita
Sidang Kasus Pengeroyokan di Lahan yang Disengketakan, Saksi Marwoto Mengaku Ada Tekanan Saat Penyidikan

Sidang di Pengadilan Negeri Pelaihari terkait Sidang Kasus Penganiayaan di Lahan yang Disengketakan, Selasa (21/11/2017)

PELAIHARI POST 電 Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pelaihari, menghadirkan saksi verbalisan dari penyidik Polres Tanah Laut, untuk mengkonfrontir kesaksian Marwoto dalam kasus pengeroyokan yang terjadi di lahan Karet Desa Ambawang, Kecamatan Batu Ampar. Kesaksian penyidik ini diperlukan karena pada saat Marwoto dilakukan penyidikan oleh pihak penyidik menurutnya ada dibawah tekanan, Selasa ( 21/11/2017)

Satu orang, saksi verbalisan yang dihadirkan, yakni Brigadir Andi Nuralim.yang merupakan penyidik Polres Tanah Laut, yang menyidik dan membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap saksi Marwoto. Dalam persidangan, Ketua Majelis Hakim Boedi Haryanto SH.MH dan Leo Mampe Hasugian SH, serta Harries Konstituanto SH. M.Kn menanyakan kepada Andi Nuralim apakah benar selama dalam pemeriksaan saksi Marwoto ada dalam tekanan pada saat dilakukan pemeriksaan.

Andi Nuralim, mengatakan pada saat dilakukan pemeriksaan di Polres Tanah Laut dia dan Saksi Marwoto, melakukan tanya jawab untuk diminta keterangan, ia sendiri sambil di depan Laptop nya dan mengetik. Yang ia ketik pun keterangan yang disampaikan saksi.

Dalam persidangan itu, Andi Nuralim membantahnya.jika ada tekanan, Menurutnya, saat pemeriksaan hanya ada dirinya dan saksi Marwoto, yang melakukan tanya jawab. "Sekali-kali pimpinanya keluar masuk itupun untuk memastikan berjalan apa tidaknya pemeriksaan dan Saksi Marwoto didampingi oleh Penasehat Hukum (,PH). Pemeriksaan kurang dari 12 jaman sudah selesai sejak pukul 14.00 wita s/d magrib. Setelah dilakukan pemeriksaan, diperlihatkan dan dibacakan kembali dan ditandatangani. Pemeriksaan secara maraton hingga selesai magrib,saksi Marwoto sendiri ada keluar meminta mau kencing," ucap Andi Nuralim saat dipersidangan.

Saat pembacaan Berita Acara Perkara (BAP), tutur Andi Nuralim Penasehat Hukum dari Saksi Marwoto juga ada namun ketika di dibacakan oleh Marwoto BAP nya, Penasehat Hukumnya sudah keluar ."Saya memerika masing masing ruangan yang berbeda dan sebelum diperiksa saksi pun disumpah, saat itu saya periksa masalah peristiwa, korban dan saksi,"paparnya

Poltak SH, humas Pengadilan Negeri Pelaihari, kepada Pelaihari Post dalam wawancara khususnya mengatakan, berdasarkan informasi dari Panitera pembantu II Pengadilan Negeri Pelaihari. Pada acara keterangan Saksi Verbalisan dan sidang lanjutanya pada hari kamis 23 november 2017,masih dalam agenda mendengarkan sasksi verbalisan. Verbalisan , dihadirkan dalam persidangan ini dalam hal. Saksi atau terdakwa, tidak membenarkan atau menyangkal keterangan yang tertulis dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), setiap saksi memberikan keterangan di persidangan, selalu ditanyakan oleh Majelis Hakim pendapatnya ke terdakwa.

Dalam hal, terdakwa menyangkal dan tetap pada pendirianya dan saksipun tetap pada pendirianya, terutama ada hal hal diluar teknis, keterangan paksaan dan tekanan, menurut Poltak, SH, maka majelis meminta menghadirkan saksi verbalisan."Karena apa? dalam memberikan keterangan harus dalam memberikan keterangan yang tidak boleh dalam tekanan. Walaupun nantinya, hasil dipersidangan masih tetap dalam keterangan masing masing, nanti tetap majelis hakim yang akan memutuskanya.Karena Majelis Hakim melihat apa apa fakta fakta didalam persidangan," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan Pekerja dari Perusahaan yang pada waktu itu sebagai pengawal excavator mengangalami luka serius di bagian kepala dan tangan yang saat ini masih di rawat di Rumah Sakit. Peristiwa yang menimpanya ini terjadi saat penghentian aktivitas alat berat berjenis Excavator, Senin (31/07/2017). Peristiwa penghentian aktivitas excavator yang terjadi di Desa Ambawang RT 13 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut ini ada kaitan dengan persengketaan lahan di desa tersebut dengan pihak perusahaan.

Terkait kejadian tersebut selanjutnya tiga orang dijadikan terdakwa dalam kasus penganiayaan di lahan sengketa kebun karet di Desa Ambawang Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut. Ketiga terdakwa tersebut yakni Suwito (32), Rasmo sigit (51) dan Pendukung Y Lada (61) selanjutnya diajukan ke persidangan di Pengadilan Negeri Pelaihari. Asb.

Berita terkait  
tag:sengketa lahan,pengadilan,penganiayaan