PELAIHARI POST

Seputar Tanah Laut

Sidang Kasus Pengeroyokan di Lahan yang Disengketakan, Para Terdakwa Akui Tidak Lakukan Pengeroyokan

Rabu, 22 November 2017, 01:03:49 wita
Sidang Kasus Pengeroyokan di Lahan yang Disengketakan, Para Terdakwa Akui Tidak Lakukan Pengeroyokan

Beberapa warga turut hadir memberikan semangat kepada para Terdakwa, Selasa (21/11/2017)

PELAIHARI POST 電 Pada persidangan terkait kasus pengeroyokan di lahan yang dipersengketakan di Desa Ambawang Kecamatan Batu Ampar di Pengadilan Negeri Pelaihari, Selasa (21/11/2017), selain mendengarkan keterangan saksi verbalisan, juga dilaksanakan sidang untuk mendengarkan keterangan para terdakwa. Pada sidang kali ini banyak warga yang datang menghadiri sidang.

Dihadapan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pelaihari, Ketua Boedi Haryanto SH.MH, ketiga terdakwa mengaku, tidak melakukan pengeroyokan terhadap Nurifansyah korban yang terjadi di lahan sengketa HGU di Desa Ambawang, kecamatan Batu Ampar. Salah satu terdakwa, yaitu Pendukung Y .Lada mengaku pada saat peristiwa terjadi, ia datang ke lokasi kejadian tapi ada di barisan kedua. Ia pun sempat melerai pada saat terjadinya saling serang antara warga dan pekerja di Lokasi kejadian tersebut. Pada waktu itu iapun sambil membawa kayu buat jaga saja dan ia pun saat itu meminta kepada kedua belah pihak untuk berhenti agar tidak terjadi keributan.

Pendukung Y .Lada, mengaku tidak mengetahui siapa yang melakukan pengeroyokan. "Saya datang ke lokasi pada saat itu, yang mulia, bukan untuk berkelahi tetapi untuk menghadang alat berat dan saya juga, minta hentikan dan meminta lepaskan parang dan kayu, yang dibawanya karena saat itu warga dan pekerja parit itu saling serang " Kata Pendeta, Pendukung Y Lada, yang baru Satu Bulan tinggal di Desa Ambawang .

Sementara untuk keterangan terdakwa Suwito, ia mengaku, datang ke lokasi sudah membawa parang untuk jaga diri. "Pertama tahu adanya alat di lokasi kebun karet, ada pemberitahuan melalui pengeras suara di masjid. Bahwa ada alat berat dilahan. Warga Desa Ambawang sudah banyak ada yang membawa parang dan kayu pada saat itu. Saya sendiri pernah negosiasi dengan pekerja itu masyarakat pun sudah banyak di belakang saya, sedangkan Pendukung Y lada di belakang saya," kata Suwito

Menurut Suwito, ia berhadapan dengan Parhan salah seorang pekerja penggali parit, hingga ia dan Parhan berduel dengan parang sekitar 3 s/d 4 menitan. "Parhan lari dan saya sendiri mundur ke belakang, saya tidak bentrok dengan Nurifansyah," kata Suwito

Sedangkan terdakwa Rasmo.pada saat kejadian ia mengaku membawa kayu karet, yang ia katakan pun sudah lapuk. "Ketika kejadian saya ada dibarisan warga di tengah, saya pun membantah kalau ikut memukul Nurifansyah pada saat kejadian," Kata Rasmo

Penasehat Hukum, tiga Terdakwa, yaitu Ali Murtadlo SH, kepada Pelaihari Post , Selasa (21/11/2017), mengatakan sampai saat ini dari beberapa saksi belum ada bahwa terdakwa yang melakukan pengeroyokan. "Di persidangan sudah sempat dikonfrontir dan sampai saat ini belum ada yang bisa buktikan pelaku adalah mereka," Ungkapnya

Sementara itu dari Jaksa Penuntut Umum (JPU ) Kejaksaan Negeri Tanah Laut.Adhya Satya L.B.SH.MH,Ia mengatakan.dalam persidangan ada bantahan dari terdakwa. "Itu hak terdakwa untuk ingkar, tapi tetap pendirian pada keterangan saksi, jaksa sudah yakin dengan kasus pengeroyokan dan akan dikenakan dengan Pasal 170 KUHP," ucapnya. Asb.

Berita terkait  
tag:lahan,sengketa,pengeroyokan,ambawang

Perempuan ini pun Ikut Serta Datangi Polres Tanah Laut
Senin, 07 Agustus 2017, 17:13:13 wita

Aksi Heroik, Tiga Orang dari Tim Karhutla Melawan Api
Rabu, 02 Agustus 2017, 23:24:26 wita