PELAIHARI POST

Politik dan Pemerintahan

Persiapan Pilkada, Bawaslu RI Lakukan Sosialisasi dan Tatap Muka dengan Stackholder di Tanah Laut

Jum'at, 01 Desember 2017, 00:38:33 wita
Persiapan Pilkada, Bawaslu RI  Lakukan Sosialisasi dan Tatap Muka dengan Stackholder di Tanah Laut

Anggota Bawaslu Rahmat Subagja SH.LL.M saat memberikan sambutan, Kamis (30/11/2017)

PELAIHARI POST 電 Sosialisasi Tatap Muka Kepada Stakeholder dan Masyarakat dalam rangka persiapan Pemilihan, Gubernur, Bupati dan Wali Kota di Provinsi Kalimantan Selatan. Acara dilaksanaka di Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari dihadiri Anggota Bawaslu RI yaitu,Rahmat Bagja SH.LL.M dan Ketua Bawaslu Kalimantan Selatan Ir.Iwan Setiawan.MP, Anggota Bawaslu Aries Mordiono,Erna Kaspiyah S.Ag.M.Si, selain itu dihadiri Ketua Panwaslu Tanah Laut Marsudi.S.Pd.M.IP.Ketua KPU Drs.H.Kamaruzzaman, Sekda Tanah Laut Drs H Syahrian Nurdin.M.Si, serta Perwakilan SKPD, Unsur TNI dan Polri, FKUB, KNPI, Parpol dan pemuda tanah laut.

Rahmat Bagja SH.LL.M dan Erna Kaspiyah S.Ag.M.Si, dihadapan peserta, yang hadir saat itu bedialog tentang pemilu diantaranya terkait hal jenis pelanggaran, yang meliputi tata cara prosedur dan mekanisme, yang berkaitan dengan administrasi. Potensi dugaan pelanggaran pidana, pemilihan dan Pemilu. Seperti Money Politic, Kampanye diluar Jadwal, Kampanye melibatkan ASN, mengacaukan, menghalangi jalanya Kampanye dan memberikan suara lebih dari satu kali serta memberikan suara yang tida berhak. Bawaslu dalam Tagline nya " Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Terapkan Pemilu"

Suksenya Pemilu, Bawaslu melibatkan Unsyur masyarakat, media massa, Ormas dan beberapa unsur lainya. Peran Media masa dalam memberikan informasi kepada publik untuk menggiring opini masyarakat sebagai suksenya pemilu.Untuk peran Masyarakat, memberikan informasi awal dan mencegah jika ada pelanggaran serta mengawasinya.

Rahmat Subagja SH.LL.M, dalam sambutanya mengatakan provinsi yang akan melakukan pemilihan gubernur, merupakan provinsi yang besar, yang memiliki Daftar Pemilihan Tetap terbesar yakni Jawa Barat, tahun depan akan melaksanakan Pilkada dan Provinsi di Sumatera Utara.

Untuk mengantisifasi, berbagai hal, yang paling terpenting adalah sosialisasi. "Pada Pilkada 2018, adalah salah satu tolak ukur, untuk menilai keberhasilan menuju Pemilu 2019."ketika Pilkada 2018 bermasalah dapat dipastikan pada tahun 2019 akan bermasalah juga. Pada tahun 2019 merupakan Pemilu yang pertama kali, yang dilaksanakan secara serentak, Pilpres dan Pileg. Pihak Bawaslu harus membuat keamanan dan kenyamanan, dalam proses keadilan dalam Pilkada yang dapat dibanggakan oleh semua orang," ungkapnya

Menurut Rahmat Subagja SH LL.M, tolak ukur keberhasilan dan tidaknya penyelenggaraan Pilkada, ada di Bawaslu. "Dalam Launching indek rawan pilkada, Untuk wilayah Kalimantan Selatan tidak terlalu tinggi kerawanan Pilkada,yang di prediksikan tingkat kerawanan tinggi adalah Kalimantan Barat," katanya

Saat dikonfirmasi Pelaihari Post , Fenomena money politik sudah dianggap menjadi kepatutan dalam pilkada bagaimana Bawaslu menyikapinya?Pihak Bawaslu akan menindak, jika terbukti secara masif dan tersetruktur, hal ini bisa dipidanakan, pasangan calon akan dikenai diskualifikasi," terangnya. Asb.

Berita terkait  
tag:pengawasan,bawaslu,pilkada