PELAIHARI POST

Peristiwa

Warga Teluk Baru Resah, Gerombolan Monyet Berekor Panjang kerap Datang ke Pemukiman

Selasa, 12 Desember 2017, 20:17:27 wita
Warga Teluk Baru Resah,  Gerombolan Monyet Berekor Panjang kerap Datang ke Pemukiman

Monyet-Monyet yang datang ke pemukiman warga, berada di atap rumah Warga di Jalan Teluk Baru, Selasa (12/12/2017)

PELAIHARI POST 電 Warga di Jalan Teluk Baru RT 08 RW 2b, Kelurahan Karang Taruna Kecamatan Pelaihari,Kabupaten Tanah Laut resah dengan keberadaan gerombolan monyet ekor panjang. Monyet-monyet itu diketahui oleh warga sudah ada sekitar tujuh tahunan berada di sekitar pemukiman warga. Monyet itu pun terkadang masuk ke rumah warga. Warga khawatir jika monyet-monyet itu menyerang anak-anak.

Salah seorang warga Jalan Teluk Baru RT 08 RW 2b, Kelurahan Karang Taruna, Silvia, kepada Pelaihari Post , Selasa (12/12/2017), mengakui setiap hari monyet tersebut datang jika tengah hari dan sore hari untuk mencari makan. Tetapi diakuinya selama ini sepengetahuannya belum ada kejadian monyet-monyet itu menggigit orang. "Monyet itu awalnya datang dari kebun belakang rumah saya, setahun yang lalu monyet itu hilang, tapi sekarang malah banyak lagi, malah tambah liar, bahkan pernah ada anak anak yang diserang nya," Kata Silvia

Menurut Sivia, saat ini monyet-monyet itu bertambah banyak yang datang. Selain ada yang berbadan besar ada juga yang kecil, anak anaknya. "Alhamdulilahnya tidak ada sampai saat ini yang di gigit, cuman anak anak yang mau ngaji jadi ketakutan. Biasanya monyet itu naik ke atap rumah saya, terus makan buah rambutan, kadang saya berpikir ingin sekali saya tebang pohon rambutanya biar aman dan monyet itu tidak datang lagi," Katanya

Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Wilayah I Kalimantan Selatan melalui kepala Seksi yaitu Wagiso, ketika ditemui Pelaihari Post , di Kantor BKSDA wilayah I di Jalan A.Yani Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Selasa (12/12/2017), menyarankan kepada warga untuk mengusir binatang Monyet ekor panjang dengan cara, menyalakan petasan "Kalau dengar suara petasan nanti monyet itu akan lari dan menjauh dari pemukiman warga " Kata Wagiso.

Kalapun ditangkap, tutur Wagiso, pihak BKSDA sendiri belum mempunyai tempat relokasi untuk bintang monyet tersebut. Sedangkan kalau dipindahkan ke tempat yang lain nanti malah mengganggu kembali ketampat yang baru. Penyebabnya dikarnakan habitat tempat untuk monyet tersebut sudah tidak ada, makanya monyet itu saat lapar ia datang ketempat warga. Contohnya yang ada di gunung kayangan, kita pernah datang ke sana, melihat monyet tersebut, mau kita tangkap tapi itu tadi tidak adanya tempat relokasinya,cuman kita sarankan saja sama pihak pengunjung di gunung kayangan jangan memberi makanan, yang mana nantinya jadi kebiasaan, monyet itu akan minta terus," jelasnya.

Menurut Wagiso, laporan keresahan warga ini bukan hanya sekali ini saja yang diterimakanya."Paling parah ini terjadi waktu di Kintap, hingga ada korban, yang terkena gigitan, tapi berhasil keranya itu dimatikan oleh warga,yang kedua terus bangku di Kandangan Lama tapi tidak ada yang terkena gigitan cuman diserang aja,"Katanya

Pihak BKSDA Wikayah I Pelaihari ini, Kata Wagiso, dengan 25 anggota termasuk honorer, ia harus menangani 7 Kabupaten, yaitu Kabupaten Tanah Laut,Tapin, HSS,HST, HSU, Balangan dan Tabalong."Untuk di Kabupaten Tanah Laut BKSD ada kantor Resortnya, pertama di Kecamatan Jorong dan Panyipatan letaknya di Desa Batakan," Katanya. Asb.

Berita terkait  
tag:kera,monyet,berekor panjang,teluk baru,resah

Saat “Kerasukan Roh”, Jamilah Lakukan Pengobatan
Senin, 11 Maret 2013, 13:57:51 wita