PELAIHARI POST

Peristiwa

Tiga orang Terkena Demam Berdarah, Satu Orang Meninggal Dunia

Senin, 18 Desember 2017, 17:36:27 wita
Tiga orang Terkena Demam Berdarah, Satu Orang Meninggal Dunia

Kristina Sutiyem menunjukan foto cucunya Vanesa kellya Onibala, Senin (18/12/2017)

PELAIHARI POST 電 Tiga orang di Kampung Parit Baru RT 20 Kelurahan Angsau Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut terkena penyakit Demam Berdarah. Salah seorang bernama Vanesa Kellaya Onibala yang saat ini masih duduk di Kelas 2 SDN Pelaihari 4, meninggal dunia setelah sebelumnya sempat di Rawat di Rumah Sakit di Banjarmasin. Pasca kejadian ini pun penyemprotan demam berdarah telah dilakukan oleh petugas.

Nenek dari Vanesa Kellaya Obila yaitu Kristina Sutiyem kepada Pelaihari Post , Senin (18/12/2017), menuturkan cucunya tersebut awalnya terasa panas badannya. Cucunya tersebut sebelumnya sempat diperiksakan ke dokter dan sempat pula di rawat di rumah sakit di Banjarmasin. "Pada hari Kamis (07/12/2017) kemarin badannya panas, Hari Kamis itu ia latihan menari yang rencananya akan tempil saat perayaan Natal. Dia itu kan latihan menari untuk Gereja Katholik Natalan. Pada hari Sabtu (09/12/2017) panasnya agak turun, tetapi pada hari Minggu (10/12/2017) panasnya tidak stabil, naik turun. Pada hari Minggu itu langsung dibawa ke dokter, kata dokter cucu saya itu terkena amandel," tuturnya.

Setelah berobat ke dokter tersebut, tutur Kristina Sutiyem, cucunya itu terasa dingin keringatan. "Saat itu periksa oleh Budenya menggunakan thermometer, kata Budenya panasnya turun yaitu 36 derajat. Terus sama Budenya dibawa ke RSIA, kebetulan tetangga ada yang bisa membawa mobil, minta tolong tetangga untuk dibawa ke RSIA. Di RSIA diperoleh informasi kalau dia terkena Demam Berdarah Lalu dirujuk ke Rumah Sakit di Banjarmasin. Masuk Opname di Rumah Sakit, hari Senin (11/12/2017) dan Hari Rabu (13/12/2017) sekitar pukul 17.00 dia meninggal dunia," tutur Kristina Sutiyem.

Sebelum cucunya itu meninggal, ucap Kristina Sutiyem, Bapaknya Vanesa sempat bertemu di Rumah Sakit. "Bapaknya Vanesa sebelumnya memang ada rencana pulang ke Pelaihari karena dapat cuti Natal. Tetapi karena mendengar kabar anaknya masuk rumah sakit, cutinya diambil lebih awal. Dari tempat kerjanya mengijinkan untuk cuti lebih awal. Tetapi saat bapaknya bertemu, kondisi Vanesa sudah tampak drop. Sudah sulit berkomunikasi, sudah tidak fokus," ucapnya.

Ibunya Vanesa kellya Onibala yaitu Paulina Budi Astuti, tutur Kristina Sutiyem, juga terkena penyakit Demam Berdarah. Penyakit yang mendera ibu Vanesa itu, setelah merawat anaknya yang terkena Demam Berdarah saat di rawat di Rumah Sakit. "Ibunya juga terkena DB dan harus diopname di Rumah Sakit, terkena pada hari kelima. Kasihan dia, badannya kurus sekali, dia makan nggak selera," tuturnya.

Selain Vanesa dan Ibunya yaitu Paulina Budi Astuti, menurut Kristina Sutiyem, di sekitar tempat tinggalnya terdapat juga warga yang terkena Demam Berdarah. "Ada tetangga yang terkena juga Demam Berdarah, itu di tempatnya Pak Dwi. Tetapi kondisinya aman," ujarnya.

Setelah kejadian itu, ungkap Kristina Sutiyem, di sekitar wilayahnya dilakukan penyemprotan. "Jum'at depan, informasinya juga akan ada penyemprotan lagi," ujarnya.

Terkait peristiwa ini, Pelaihari post pun melakukan konfirmasi ke kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut. Pihak Dinas Kesehatan belum bisa dikonfirmasi karena orangnya tidak ada di kantor. Asb.

Berita terkait  
tag:demam berdarah,rumah sakit,meninggal,penyemprotan

Warga Desa Batakan Ditemukan Meninggal di Sungai
Jum'at, 22 Desember 2017, 09:52:09 wita

Anggota DPRD Tanah Laut dari PPP Dilaksanakan Proses PAW
Kamis, 07 Desember 2017, 22:20:48 wita