PELAIHARI POST

Peristiwa

Tiga Perempuan ini Akui Tertipu Arisan Online, Lapor ke Polres Tanah Laut

Selasa, 02 Januari 2018, 18:21:52 wita
Tiga Perempuan ini Akui Tertipu Arisan Online, Lapor ke Polres Tanah Laut

Ketiga perempuan ini melapor ke Polres Tanah Laut. Foto diambil di ruangan pos jaga piket Reskrim Polres Tanah Laut, Selasa (02/01/2018)

PELAIHARI POST 電 Tiga perempuan ini hari ini, Selasa (02/01/2018), mendatangi Mapolres Tanah Laut. Mereka mengaku menjadi korban penipuan dari kegiatan arisan yang dilaksanakan secara online. Ketiga perempuan tersebut yaitu Linda Warga Matah Kelurahan Karang TarunaKecamatan Pelaihari, Kiki Warga Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar dan Miah Warga Jalan Muhajirin Kelurahan Angsau Kecamatan Pelaihari.

Ketiga wanita itu saat di ruang piket Reskrim diberi arahan oleh petugas jaga.Ketiganya harus membuktikan dan membawa surat laporan dan bukti uang yang sudah ditransfer. Setalah bukti itu mencukupi baru ia menyerahkan ke Polres Tanah Laut, Untuk di lakukan penyelidikan.

Linda, salah seorang yang mengaku korban mengalami kerugian sebesar Rp 2 juta. Ia sendiri mengakui tidak ikut arisan online tersebut, tetapi hanya disuruh oleh seseorang yang berinisial EV untuk membeli arisan. "Sudah ada upaya mendatangi rumahnya namun saat ditemui orangnya tidak ada, bahkan pihak orang tuanya pernah berjanji untuk menghadirkan anaknya." Kata Linda

Menurut Linda, bukan saja ia beserta dua temannya saja yang merasa tertipu. "Warga Pelaihari sendiri banyak yang ikut arisan online namun ia tidak berani melaporkan. Yang dari jauh ada juga yang merasa kena tipu seperti dari Tanjung, Marabahan, Kapuas, Banjarmasin dan Banjarbaru, yang paling jauh ada dari Tanggerang Provinsi Banten ia datang kesini mencarinya tapi tida ketemu," Ungkapnya

Sedangkan Kiki mengaku sudah beberapa kali dirinya ikut arisan online yang dikelola oleh EV. "Beberapa bulan arisan yang di kelola EV berjalan lancar dalam pembayaran. KiKi mengaku kerugian yang dialaminya sebesar Rp 5 juta."Sudah beberapa kali saya temui kerumahnya tapi orang nya tida ada " kata Kiki.

Korban lainnya yaitu Miah mengaku sudah sejak enam bulan mengikuti arisan online. "Tiap bulan menyetor arisan kepada EV. Saya ikut arisan yang perbulan dalam sebulannya bayar Rp 300 ribu. Sudah masuk duit Rp 1.800.000. arisan tiba tiba arisannya distop, ia bejanji mengganti duit masuk tapi si EV tidak ada lagi dirumahnya," katanya. Asb.


Berita terkait  
tag:penipuan,arisan,online,perempuan

Perempuan Tanpa Identitas Diamankan Satpol PP
Jum'at, 09 Februari 2018, 02:31:59 wita

Perempuan ini pun Ikut Serta Datangi Polres Tanah Laut
Senin, 07 Agustus 2017, 17:13:13 wita