PELAIHARI POST

Dinamika Pembangunan

Kemenkeu RI Diseminasikan Dana Desa Padat Karya Tunai di Tanah Laut

Kamis, 25 Januari 2018, 23:12:42 wita
Kemenkeu RI Diseminasikan Dana Desa Padat Karya Tunai di Tanah Laut

Kegiatan Diseminasi Dana Desa Padat Karya Tunai Untuk Masyarakat Desa Yang Lebih Sejahtera, Gedung Balairung Tuntung Pandang Pelaihari, Kamis (25/01/2018)

PELAIHARI POST 電 Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Dana Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia menggelar kegiatan Diseminasi Dana Desa Padat Karya Tunai Untuk Masyarakat Desa Yang Lebih Sejahtera, bertempat di Gedung Balairung Tuntung Pandang Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (25/01/2018). Kegiatan tersebut i dilaksanakan dalam upaya mengoptimalkan dana desa guna mendukung pemberdayaan masyarakat dan perekonomian desa.

Acara itu dihadiri Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Dr.Boediarso Teguh Widodo M.E dan Sekretaris Direktorat Jenderal Perimbangan Ke Uangan Rukijo SE.MM, selain itu tampak hadir juga Ahmadi Noor Supit DPRI dari Partai Golkar komisi XI- Keuangan, Perencanaan Pembangunan, Perbankan, Wakil Bupati Tanah Laut Drs H Sukamta.M.AP.SKPD Tanah laut, serta para camat dan Kepala Desa.

Ahmadi Noor Supit dalam sambutanya mengatakan dalam penganggaran dana desa ini sekali tantanganya dan membuat Undang Undang Desa ini sangat lama. "Karena membangun indonesia ini harus dari desa tida bisa membangun itu hanya kota yang dibangun dan itulah komitmen pada saat itu dan apapun tantangannya bahwa kita harus meng gol kan dana desa." Ucap Politisi Golkar itu

Walaupun dimulai dengan angka 20 triliun hingga naik mencapai 50 triliun, kata Ahmadi Noor Supit, mestinya pada tahun ini bisa mencapai dua kali lipat." Karena banyaknya sorotan penyelewengan penyelewengan, yang dilakukan oleh oknum, persentasenya juga kecil dari 74000 desa yang dilakukan oknum ratusan ribu itu kecil sekali penyelewengan yang dilakukan oleh oknum tersebut.Tetapi dengan adanya oknum seperti itu banyak orang yang menggugat jangan ditambah lagi dana desa itu. Cara ingin membangun indonesia cepat tidak ada cara lain desa itu harus dibangun dan harus ada anggaran ke desa dan itu komitmen kita," ucapnya

Sementara itu Dr Boediarso Teguh Widodo.ME dalam sambutanya mengatakan berkomitmennya mendukung penuh dalam peningkatan dana transfer dan Dana Desa pada tahun berikutnya.Pihak nya katakan jika ada kesulitan dalam pelaksanaan dana desa, ia menyarankan untuk berkonsultasi dengan pihak KPPN di Kabupaten Tanah Laut. "Pada tahun 2018 pihaknya melaksanakan 71 kegiatan. Untuk Kalimantan Selatan prioritas ke empat kegiatan adalah Kabupaten Tanah Laut.Prioritas pertama di Madiun, kedua Kabupaten Bantul, Ketiga Kabupaten Banjar dan keempat Kabupaten Tanah Laut besoknya di Kabupaten BArito Kuala. Kenapa Tanah Laut, Banjar dan Barito Kuala mendapatkan kesempatan pertama karena kita apresiasi sama pak Ahmadi noor supit," ungkapnya

Menurut Dr Boediarso Teguh Widodo.ME komitmen terhadap kabupaten Tanah Laut ini sangat luar biasa naik tahun ketahunya, yang mana tadinya dana transfernya pada tahun 2011 mencapai Rp 766,7 Miliar, tahun 2018 meningkat mencapai Rp 1,149 triliun. Ada dua yang menjadi besar kenaikan satunya dana bagi hasil dan kedua DAK Fisik. "Kabupaten Tanah Laut harus mendapatkan lambang prestasi satu daerah untuk tahun 2018-2019 Kabupaten Tanah Laut untuk mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID)."Terkait dengan dana desa dan alokasi dana desa dan PKH serta Rastra, empat komponen ini mencapai hampir 300 triliun. Empat komponen yang langsung mengalir ke desa telah memberikan kontribusi sumbangan yang luar biasa bagi peningkatan kesejahteraan dan jumlah penduduk miskin turun. Dari dana desa itu sendiri, sudah menghasikan ratusan ribu kilometer serta ratusan ribu jembatan desa,sekolah PAUD, Pos Yandu dan lainya," jelasnya. Asb.

Berita terkait  
tag:dana,uang,tunai,bantuan,padat karya,kemenkeu,desa

Baznas Tanah Laut Adakan Bedah Rumah di Desa ketapang
Selasa, 31 Juli 2018, 00:20:21 wita