PELAIHARI POST

Dinamika Pembangunan

Embung di Jalan Permai Pelaihari Usai Dibangun, Diproyeksikan juga Jadi Obyek Wisata

Jum'at, 26 Januari 2018, 22:58:24 wita
Embung di Jalan Permai Pelaihari Usai Dibangun, Diproyeksikan juga Jadi Obyek Wisata

Totom Wahyudi, S.ST saat ditemui Pelaihari Post di ruang kerjanya, Jum'at (26/01/2018)

PELAIHARI POST 電 Dalam percepatan pembangunan di kabupaten Tanah Laut yang terkait dengan Pembangunan Embung di Tahun 2017, salah satu embung yang sudah selesai dikerjakan adalah embung di Jalan Permai Pelaihari. Selain dimaksudkan sebagai penampungan dan penyaluran air, keberadaan embung di Jalan Permai ini diproyeksikan sebagai salah satu obyek wisata di Kota Pelaihari.

Kepala Bidang Pengairan di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pemukiman (PUPRP)Kabupaten Tanah Laut Totom Wahyudi, S.ST. kepada Pelaihari Post , Jum'at (26/01/2018), mengatakan fungsi embung tersebut, untuk menampung air sungai kandangan, selanjutnya disalurkan ke sungai tabanio dengan secara perlahan. "Terlepas dari fungsi tersebut dari keinginan Bapak Bupati Tanah Laut menginginkan fungsi embung tersebut ditambah kedepannya bisa dibangun menjadi satu objek wisata yang ada di dalam kota pelaihari. fungsinya bisa dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan fasilitas penghijauan di sekeliling tempat tersebut serta fasilitas umum lainya. Embung tersebut, kedepanya akan dilakukan perbaikan seperti dilakukan pembangunan siring dan diperindah dengan fasilitas umum. Fungsi utama embung tersebut untuk menampung air dari sungai ketika musim hujan hingga tidak terjadi banjir di kota pelaihari," ungkapnya.

Menurut Totom Wahyudi, S.ST, setelah dibangun embung pelaihari itu, pihaknya belum ada rencana pembangunan di embung itu pada tahun 2018, mengingat baru saja dibangun agar embung itu bisa stabil dan benar benar kuat. Dimungkinakan Pihak PUPRP akan meningkatkan kegiatannya pada tahun 2019.

Pada ahir tahun 2017 sampai awal tahun 2018 ini, tutur Totom Wahyudi, S.ST, sepanjang pesisir di tanah laut sedang dilanda gelombang pasang, tentunya mengakibatkan ombak besar mengenai pemukiman masyarakat. Khusus di Muara Kintap pihaknya pernah membangun beronjong pada tahun 2016. Kegunaan beronjong itu untuk menahan pasir supaya tidak terjadinya abrasi. "Beronjong itu bukan untuk menahan gelombang. Di muara kintap sendiri yang jadi persoalan yaitu terja terjadinya gelombang pasang pada beberapa waktu lalu itu terjadi dan mengenai rumah masyarakat. Kita sudah melakukan survei ke Muara Kintap sepanjang pesisir pantai ada pemukiman warga diperkirakan ada sekitar 10 rumah warga," jelasnya.

Warga sendiri, tutur Totom Wahyudi, S.ST, meminta kepada pemerintah untuk diminta soslusi penanganannya. "Pihak PUPRP sendiri, sudah melakukan survei dan pengukuran. Kita sudah menjelaskan fungsi dari beronjong tersebut bukan untuk menahan gelombang akan tetapi untuk menahan abrasi laut nya saja. Kita sudah menemukan solusi kedepanya akan dibangun menggungakan tumpukan batu kosong guna memecah gelombang. harapanya air laut sebelum ke darat sudah pecah mengena tumpukan batu kosong tersebut. Dengan adanya bangunan itu kecil kemungkinan berdampak ke pemukiman masyarakat," ucapnya.

Pembangunan ini, tutur Totom Wahyudi, S.ST, tidak bisa langsung dikerjakan mengingat memerlukan biaya yang cukup besar. "Tinggal kesanggupan dari pihak pemerintan daerahnya saja. Permasalahan ini, Pihak PUPRP sendiri sudah meneruskan ke Balai Besar PU Wilayah II, selain persoalan Abrasi di Muara Kintap ada beberapa item pekerjaan yang perlu bantuan Balai Besar PU Wilayah II.Pihaknya, menerima usulan usulan dari PUPRP Kabupaten Tanah Laut. Pihak Balai Besar PU Wilayah II meminta mana yang diprioritaskan utama dan penting. 17 item yang diusulkan pihak PUPRP Kabupaten Tanah Laut. Pihak PUPRP Kabupaten Tanah Laut mencakup pekerjaan yang sangat luas dan fungsi dilakukan dan diawasi dari mulai pekerjaan normalisasi sungai, abrasi pantai dan dampak kekeringan kemarau," jelasnya. Asb.


Berita terkait  
tag:embung,pupr,sungai,air

Masyarakat Sambut Gembira atas Bantuan Sarana Air Bersih
Jum'at, 09 Februari 2018, 02:23:46 wita

Warga Desa Batakan Ditemukan Meninggal di Sungai
Jum'at, 22 Desember 2017, 09:52:09 wita