PELAIHARI POST

Artikel

Kalimantan dan Gempa Bumi

Oleh Akmal Firmansyah (Warga Tanah Laut Tinggal Di Sungai Pinang)

Sabtu, 17 Februari 2018, 21:44:06 wita
Kalimantan dan Gempa Bumi

Akmal Firmansyah, Warga Tanah Laut Tinggal Di Desa Sungai Pinang Kecamatan Tambang Ulang Tanah Laut, Sabtu (17/02/2018)

PELAIHARI POST 電 Kalimantan Selatan, yang terletak di sebelah tenggara Pulau Kalimantan, disebut oleh berbagai media sebagai daerah yang aman dari bencana gempa bumi. Provinsi yang hanya mencakup 6,98% dari keseluruhan luas Pulau Kalimantan ini, merupakan satu diantara beberapa nama provinsi lain yang disebut-sebut aman dari gempa. Beberapa nama tersebut adalah Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Dua provinsi berada di Pulau Kalimantan dan dua lainnya berada di sebelah timur Pulau Sumatera.

Gempa bumi secara umum terjadi karena dua sebab, yakni karena tumbukan antara dua lempeng tektonik atau karena adanya letusan gunung berapi. Adanya tumbukan antara dua lempeng tektonik menyebabkan adanya getaran. Jenis gempa ini disebut sebagai gempa tektonik. Kekuatan gempa dalam ilmu kegempaan dinyatakan dalam skala Richter dari angka 1 sampai 10. Gempa tektonik yang pernah terjadi di Indonesia antara lain gempa Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004 yang disertai tsunami.

Gempa yang terjadi akibat adanya letusan gunung berapi disebut sebagai gempa vulkanik. Letusan gunung berapi dapat menyebabkan getaran. Contoh dari gempa vulkanik yang pernah terjadi di Indonesia adalah gempa akibat letusan Gunung Bromo di Jawa Timur pada 9 Januari 2016 silam.

Secara keseluruhan, letak Pulau Kalimantan bisa dikatakan beruntung karena tidak terletak di pinggiran lempeng. Seperti Pulau Jawa dan Pulau Sumatera yang terletak di pinggiran lempeng Eurasia sehingga intensitas terjadinya bencana gempa cukup tinggi. Akibatnya, Pulau Kalimantan jarang mengalami gempa bumi.

Berdasarkan data dari BMKG, dalam setahun terakhir hanya tercatat 11 kali gempa yang terjadi di sekitaran Pulau Kalimantan dengan skala yang kecil, kurang dari 5 SR. Angka ini adalah sedikit jika kita bandingkan dengan Pulau Jawa misalnya yang mengalami gempa 25 kali hanya di bulan Desember 2017 yang belum selesai ini.

Akibat dari letaknya yang ditengah-tengah lempeng ini menyebabkan juga tidak adanya gunung berapi di Pulau Kalimantan. Jadi, selain tidak pernah merasakan gempa bumi, di Pulau Kalimantan juga belum pernah merasakan erupsi gunung berapi seperti di pulau lain di Indonesia. Seperti Gunung Sinabung di Sumatera Utara yang meletus terakhir pada 5 Februari 2017 kemarin.

Kalimantan Selatan, sebagai salah satu provinsi yang terletak di Pulau Kalimantan adalah salah satu penerima keuntungan dari letak yang strategis ini. Oleh karena itu Kalimantan Selatan adalah salah satu provinsi yang aman bencana gempa bumi di Indonesia. Data dari BNPB menyebutkan bahwa tidak ada ancaman bencana gempa bumi di Kalimantan Selatan. Hanya ada bencana lain seperti kekeringan, kebakaran dan bencana lainnya. Bencana bencana ini bisa dibilang masih kurang merusak dibandingkan gempa bumi yang dapat meluluhlantakkan suatu daerah.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi juga mengatakan dalam datanya, bahwa di Kalimantan Selatan belum pernah ada terjadi gempa yang merusak. Beberapa media memuat bahwa pernah terjadi gempa bumi di Kalimantan Selatan, tepatnya di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan kekuatan 4,8 SR pada 4 Desember 2012 dan pada 6 April 2016 dengan kekuatan 4,1 SR di tempat yang sama.

Penyebab bencana gempa bumi lainnya, gunung berapi juga tidak didapati di banua kita. Walaupun ada Pegunungan Meratus yang melintang di banua kita, Kalimantan Selatan, namun tidak ada gunung berapi didalamnya. Hanya ada gunung gunung mati dengan tinggi maksimalnya adalah 1.892 mdpl (Gunung Halau Halau di Kabupaten Hulu Sungai Tengah). Dengan adanya pegunungan, maka banyak ditemukan barang tambang yang bernilai ekonomis di banua kita seperti batu bara dan emas. Sekali lagi, kita menerima keuntungan tanpa ada ancaman gempa bumi.

Jika dikaitkan dengan isu pemindahan ibukota, inilah salah satu alasan mengapa selain Palangkaraya, 2 kabupaten di banua kita juga menjadi kandidat yang menjanjikan. Yakni Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tanah Bumbu yang menjadi kandidat dari provinsi kita. Selain letaknya yang strategis di tengah tengah Indonesia dan mempunyai wilayah laut sehingga memungkinkan untuk dibangun pelabuhan sebagai penggerak ekonomi, juga rendahnya tingkat kebencanaan di banua kita yang menjadi salah satu faktor pendukung kuat.


Berita terkait  
tag:gempa,tsunami,kalimantan

Saka Bhayangkara Polres Tanah Laut, Peduli Gempa Aceh
Senin, 12 Desember 2016, 21:37:07 wita