PELAIHARI POST

Komunitas

Grup Kesenian Kuda Gepang dan Tari Zapin ini Terbentuk sejak 1972, Eksis Sampai Kini

Minggu, 04 Maret 2018, 23:16:34 wita
Grup Kesenian Kuda Gepang dan Tari Zapin ini Terbentuk sejak 1972, Eksis Sampai Kini

Penampinan kesenian tradisional dari Grup Sinar Baru Desa Kandangan Baru saat tampil di acara Hajatan Kades Bajuin, Sabtu (03/03/2018)

PELAIHARI POST 電 Salah satu grup kesenian tradisioanl Tari Kuda Gepang dan Tari Zapin di Tanah Laut adalah Grup Sinar Baru di Desa Kandangan Baru Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut. Grup kesenian ini terbentuk sejak tahun 1972 dan masih tetap eksis sampati sekarang. Grup kesenian tradisional ini, baru-baru ini, Sabtu (03/03/2018), tampil di acara hajatan di Rumah Kepala Desa Bajuin Kecamatan Bajuin.

Muhammad selaku ketua Kesenian Sinar Baru, di sela-sela kegiatan pentas di acara Hajatan Kades Bajuin, Sabtu (03/03/2018), kepada Pelaihari Post mengungkapkan ia ditunjuk sebagai ketua, saat pendahulu kesenian ini sudah meninggal. "Saya ditunjuk oleh masyarakat sebagai ketua, saat pendahulu kesenian ini sudah meninggal. Tari Zapin grup ini, pentas diTanah Laut Saja, seperti Bati Bati dan Desa Sambangan.Terbentuknya Kesenian Kuda Gepang dan Tarian Zapin di Kandangan Baru sejak tahun 1972. Agar kesenian ini tidak hilang, kami bersamama warga Desa Kandangan Baru dan teman temanya terus mempertahankan kesenian ini terus eksis," jelasnya.

Menurut Muhammad, Walau di Grup Sinar Baru masih banyak kekurangan ia bertekad terus melestarikan hingga ke generasi

Ke generasi baru. "Anggota di Kuda Gepang sekitar 30 orang dan Penari Zapin 10 orang, dalam seminggu sekali latihannya di rumah saya. Kami berharap kesenian Kuda Gepang dan Tari Zapin jangan sampai punah.Para pemainnya sendiri, ia terus berusaha mengajak para pemuda dan pemudi agar bisa ikut melestarikan kesenian ini. Walaupun, tidak ada Pelatih seni ditempatnya, hanya mengandalkan pengalaman dan pikiran saja," harapnya

Untuk tetap eksis, tutur Muhammad, selain para pemain, salah satu faktor pendukung yang sangat menentukan adalah fasilitas keseniannya dari mulai baju seragam para pemain Kuda Gepang dan alat alat musik pengiring gamelan. "Alat alat kesenian ini, masih menggunakan alat seni tahun dulu, hingga saat ini belum pernah diganti, kita hanya bertahan seadanya saja dari pakaian seragam pemain Kuda Gepang itu bikinan sendiri, ya kita melihatnya meras sedih, karena tidak mampu membeli alat alat gamelan dan seragam para pemain kuda gepang dan penari zapin. Seperti yang dilihat kuda sudah tua dan mulai usang, sama kaya ketupung itu dapat beli sudah lama dari hulu sungai, jika kelihatan sudah usang paling di cat lagi, untuk seragam baju pemain dapat bikinan sendiri," terangnya

Setiap dapat panggilan, kata Muhammad, hanya cukup buat ongkos transport dan beli makan para pemain saja. "Selama ini grup sinar baru tidak mematok harga yang penting bisa menghibur masyarakat dan itu sudah bersyukur, " ucapnya.

Hal sama dikatakan salah seorang pemain bernama Udian. Ia mengaku cukup lama menjadi pemain kuda gepang. Namun selama menjadi pelaku seni yang ia rasakan, banyak menelan rasa duka dibandingkan rasa suka. "Dalam segi penghasilan tidak seimbang, Namun tidak menjadi hitungan, kami berharap kedepan berkembang kesenian tradisional kuda gepang di mata masyarakat Tanah Laut," harapnya. Asb


Berita terkait  
tag:kesenian,kuda gepang,tradisional,kandangan baru

Dewan Kesenian Gelar Lomba Tari Se-Tanah Laut
Senin, 16 September 2013, 22:30:49 wita