PELAIHARI POST

Peristiwa

Warga di Desa Kintapura Lakukan Sweeping terhadap Pemanenan Sawit oleh Pihak Perusahaan

Jum'at, 20 April 2018, 22:31:25 wita
Warga di Desa Kintapura Lakukan Sweeping terhadap Pemanenan Sawit oleh Pihak Perusahaan

Sekitar 70 orang warga Desa Kintapura melakukan sweeping terhadap kegiatan Pemanenan Sawit oleh Pihak Perusahaan

PELAIHARI POST 電 Sekitar 70 orang warga Desa Kintapura, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut melakukan sweeping terhadap pemanenan sawit yang dilakukan pihak PT Pola Kahuripan Inti Sawit ( Pakis ) pada hari kamis (19/04/2018) yang diketahui warga melakukan aksi tersebut, adalah peserta plasma sawit PT PKIS melalui wadah Koperasi Bina Bersama. Kerjasama pengelolaan kebun plasma sawit ini berlangsung sejak sekitar tahun 2001 silam.

Aksi itu spontan mereka lakukan setelah mendengar kabar pihak PT PKIS mengingkari janji, yakni tidak akan melakukan pemanenan di lahan kebun plasma hingga dicapainya solusi atas tuntutan yang mereka ajukan.Setelah pergantian ketua koperasi pada akhir 2017 lalu, mereka mengajukan tuntutan kepada manajemen PT PKIS untuk mengubah pola kerjasama. Mereka menghendaki pengelolaan kebun plasma tidak lagi di-handle PT PKIS, tapi oleh koperasi.Tuntutan tersebut dilandasi kondisi keuangan koperasi yang stagnan. Beban utang kepada PT PKIS tak kunjung tertuntaskan, bahkan terkesan kian menumpuk.

Wakil Ketua Koperasi Bina Bersama H Abdul Halik (Dawan) didampingi Sekretaris Arman.ia katakan, bayangkan, saat ini utang koperasi kepada perusahaan sebesar Rp 10 miliar. Selama kebun plasma dikelola oleh perusahaan, kami yakin utang itu takkan lunas-lunas karena kebun tak diurus sehingga produksi tak maksimal," ucap

Sementara, jumlah total anggota plasma 603 orang. Luasan kebun sawit masing-masing seluas 1,1 hektate. Selama ini bagi hasil panenan yang diterima peserta plasma cuma sekitar Rp 300 ribu tiap panen. Kegiatan pemanenan kadang per tiga atau empat bulan sekali.Pendapatan itu mereka nilai sangat tak rasional. Itu sebabnya pihaknya ingin mengelola sendiri kebun plasma sawit dan meyakini bisa survive dan mampu melunasi utang kepada perusahaan.

Pada Selasa (17/04/2018), pengurus koperasi melakukan pertemuan dengan General Manager PT PKIS Rius Harino. Mereka menyampaikan tuntutan tersebut dan meminta pihak perusahaan menghentikan kegiatan pemanenan di kebun plasma hingga adanya solusi terbaik. Hal ini diepakati bersama. Mereka kemudian menutup akses jalan menuju kebun plasma. Namun mendadak Kamis (19/04/2018) pagi ada kabar yang menyebut pihak perusahaan melakukan kegiatan pemanenan. Karena itu mereka spontan turun ke kebun plasma dan menghentikan kegiatan pemanenan.

Personel Polsek Kintap pun juga langsung turun ke lokasi guna menjaga kekondusifan suasana. Peserta plasma kemudian ngeluruk ke kantor PT PKIS dan diterima oleh GM Rius Hariono beserta staf. Pertemuan itu diwakili oleh Dawan, Arman, dan tiga orang peserta plasma lainnya. Selebihnya menunggu di luar ruangan. Pada pertemuan itu, Dawan kembali menyampaikan tuntutan dan minta pihak perusahaan tidak melakukan kegiatan apa pun di kebun plasma hingga adanya solusi.

GM Rius Hariono mengamini permintaan tersebut. Sebaliknya, ia juga minta warga tak melakukan aktivitas di lahan plasma. "Sementara mengenai tuntutan bapak-bapak, hal itu akan kami sampaikan kepada manajemen pusat," ucap Rius.

Kedua pihak kemudian menyepakati akan kembali melakukan pertemuan pada Jumat (27/04/2018) pekan depan guna membahas dan mencari solusi terbaik terhadap tuntutan warga yakni pengelolaan kebun plasma diserahkan kepada koperasi.

Pertemuan tersebut nantinya bakal dihadiri oleh petinggi PT PKIS yang memiliki otoritas mengambil kebijakan atau keputusan. Dengan begitu tuntutan yang diajukan Koperasi Bina Bersama bisa langsung dieksekusi solusinya.

Berita terkait  
tag:sweeping,kebun,sawit,kintap,perusahaan

GAPKI Kalsel Laksanakan Kegiatan Donor Darah
Jum'at, 16 Maret 2018, 21:13:35 wita

Seratus Pohon Sawit Siap Ditanam di Jalan yang Berlubang
Senin, 08 Januari 2018, 00:55:28 wita