PELAIHARI POST

Hukum dan Kriminalitas

Sidang terkait Foto ASN Acungkan Jari, Tuntutan Jaksa Dinilai Pihak Pelapor Terlalu Ringan

Minggu, 03 Juni 2018, 01:02:38 wita
Sidang terkait Foto ASN Acungkan Jari, Tuntutan Jaksa Dinilai Pihak Pelapor Terlalu Ringan

Kuasa Hukum dari Pelapor, Rachmad Suryadi SH MKn, ketika ditemui Pelaihari Post, Kamis ( 31/05/2018)

PELAIHARI POST 電 Sidang di Pengadilan Negeri Pelaihari terkait Foto ASN acungkan jari, pada agenda pembacaan tuntutan, Rabu (30/05/2018) sebelumnya, Kelima Aparatur Sipil Negara ( ASN ) Kabupate Tanah Laut dijatuhi tuntutan oleh Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tanah Laut 1 Bulan Penjara dan dengan sebesar Rp 600 ribu. Tuntutan ini dinilai oleh Pihak Pelapor terlalu ringan.

Kuasa Hukum dari Pelapor, Rachmad Suryadi SH MKn, ketika ditemui Pelaihari Post , Usai sidang pembacaan pledoi di Pengadilan Negeri Pelaihari, Kamis ( 31/05/2018) mengatakan tuntutan dari penuntut umum kepada ASN yang dinilai jelas sudah melanggar aturan Pilkada.Kelima ASN dituntun 1 bulan penjara dan denda Rp 600 ribu "Tuntutannya ini terlalu ringan dari penuntut umum, ya saya memberikan sepenuhnya perkara ini kepada majelis hakim nantinya, bahwa yang mana majelis hakim memiliki independensi kebebasan untuk memutus. Seharusnya pada tuntutan penuntut umum kepada lima ASN tersebut semaksimal mungkin. Maksimalnya kan di undang undang itu 6 bulan penjara dan denda Rp 6 juta," ucapnya

Rachmad Suryadi Lawyer SH MKn, menuturkan kenapa menggunakan hukuman maksimal. Untuk azas kemanfaatan jangan sampai terulang lagi pelanggaran pelanggaran dikemudian hari. "Ya efek jera buat para ASN yang tidak netral. Majelis hakim nantinya pada saat melakukan putusan tidak akan menggunakan jaksa penuntut umum. Pada persidangan itupun majelis hakim sudah melihat bukti dan alat bukti pada persidangan yang terungkap. Coba kita lihat dugaan ketidaknetralnya para ASN itu, ia pada saat itu berfoto sama pak Adriansyah ayah kandung paslon nomor urut 2," cetusnya

Menurut Rachmad Suryadi Lawyer SH, MKn sudah terbukti ini merupakan pelanggaran pilkada. "Dari keterangan salah satu terdakwa yaitu Gazali ia mengakui kesalahannya dan meminta keringanan kepada majelis hakim," ucapnya. Asb

Berita terkait  
tag:sidang,pn,pilkada,pemilihan,bupati