PELAIHARI POST

Politik dan Pemerintahan

Pihak DPD Provinsi Belum Mengetahui Soal Ahmad Yani Mundur dari Kepengurusan Parpol

Kamis, 21 Juni 2018, 22:11:59 wita
Pihak DPD Provinsi Belum Mengetahui Soal Ahmad Yani Mundur dari Kepengurusan Parpol

Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDIP Prov kalsel Imam Suprastowo bersama Pengurus DPC PDI Perjuangan Kab. Tanah Laut, Kamis (21/06/2018)

PELAIHARI POST 電 Kabar adanya Kader Partai yaitu Ahmad Yani yang menyatakan mundur sebagai Pengurus PDI Perjuangan Kabupaten Tanah Laut, belum diketahui oleh Pihak DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Selatan. Salah seorang Pengurs DPD Prov Kalsel, Imam Suprastowo yang saat ini menjabat Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDIP Prov kalsel, mengaku selama ini belum menerima surat pengunduran diri dari yang bersangkutan.

Saat di Konfirmasi beberapa awak media, Kamis (21/06/2018), Imam Suprastowo mengakui belum menerima surat dari yang bersangkutan. Ia menyebutkan beberapa waktu lalu dengan adanya Pergantian Antar Waktu ( PAW) sebagai ketua DPRD, itu sudah ada aturannya. "Yang melengser kan itu bukan dari DPC dan bukan juga dari DPD akan tetapi dari DPP, perlu itu di garis bawahi. Yang berhak men-non-aktifkan sebagai ketua DPRD yaitu dari DPP, akan tetapi DPP itupun atas rekomendasi dari DPC dan DPD, setelah itu baru di putuskan oleh DPP.

Menurut Imam Suprastowo, kenapa bisa ini terjadi di PAW, karena melihat ada kesalahan kesalahan yang di nyatakan bahwa Ahmad Yani, mendukung kepada salah satu calon yang diluar dari Partainya. "Sebagai kader partai berhak saja, jika berkomunikasi dan silaturahmi dengan calon lain itu boleh saja." Ucapnya

Menurut, Imam Suprastowo, sudah jelas aturannya di dalam rekomendasi pencalonan Bambang - Nizar, bahwa semua struktur partai harus taat, jika tidak mentaati akan dikenakan sangsi " jelasnya

Sedangkan Haryanto yang saat ini menjabat Ketua DPRD Tanah Laut mengemukakan bahwa Ahmad Yani selain ketua DPRD waktu itu ia pun ketua Fraksi, "selama saya sebagai anggota DPRD waktu itu, ia baru dua kali melaksanakan aktifitas rapat fraksi saat itu dan sering tidak menghadiri." Kata Haryanto

Sekretaris PDI Perjuangan Kabupaten Tanah Laut, Ahmad Suntung Yani.S.Sos pun menambahkan awalnya pergantian Ahmad Yani sebagai Ketua DPRD Tanah Laut sudah dilakukan pada bulan agustus 2017."Salah satu pelanggarannya yaitu pelanggaran kode etik dan sudah dibuktikan dengan dua alat bukti. Proses pelanggaran kode etik diusulkan oleh partai kemudian, DPD dan DPP lalu dibentuk komisi disiplin pusat. Keluarnya surat pembebas tugasan dia sebagai ketua DPRD pada tanggal 3 Desember 2017. "Untuk yang saat ini, pengunduran diri Ahmad Yani, sendiri belum ada menyurati ke DPC PDI Perjuangan, jika ia menyuratipun itu melalui proses di partai," katanya. Asb.


Berita terkait  
tag:partai,parpol,mundur,dprd

DPRD Tanah Laut akan Luncurkan Aplikasi Berbasis Web
Kamis, 08 November 2018, 20:11:23 wita

Pemberian Tunjangan PNS Berbasis Kinerja Disepakati
Selasa, 21 Agustus 2018, 16:58:56 wita

Mantan Sekda Tanah Laut ini Nyatakan Pensiun Dini
Selasa, 10 Juli 2018, 23:42:09 wita