PELAIHARI POST

Peristiwa

Terkait Tuntuan Ganti Rugi Lahan, Warga Desa Mekar Sari ini Datangi Polres Tanah Laut

Jum'at, 20 Juli 2018, 00:51:25 wita
Terkait Tuntuan Ganti Rugi Lahan, Warga Desa Mekar Sari ini Datangi Polres Tanah Laut

H Soetomo warga Desa Mekar Sari RT 01 RW 01 Kecamatan Kintap perlihatkan sertifikat lahan kepemilikannya, Kamis (19/07/2018)

PELAIHARI POST 電 H Soetomo warga Desa Mekar Sari RT 01 RW 01 Kecamatan Kintap besama dua temannya yaitu Herman dan Yudo, mendatangi Mapolres Tanah Laut. Untuk mediasi dengan pihak perusahaan batu bara, Terkait masalah tuntuan ganti rugi lahan yang saat ini, Kamis ( 20/07/2018)

H Soetomo ketika ditemui awak Media di Polres Tanah Laut, Kamis (19/07/2018), menjelaskan lahan miliknya tersebut sudah bersetifikat hak milik. H Soetomo memiliki lahan itu sejak tahun 1983 pada program transmigrasi berupa lahan Tanah yang bersertifikat hak milik bernomor 268 tahun 1991 dan nomor 266 tahun 1991. Di tahun 2011 dan awal 2012 sebuah perusahaan Batu Bara melaksanakan pembuatan jalan huling batubara dan pembangunan conveyor letaknya berdampingan.

Menurut H Soetomo pihaknya dengan pihak perusahaan akan menempuh jalur kesepakatan, dijadwalkan sejak hari Senin tapi belum juga tercapai. "Pihak saya mengajukan ke pihak perusahaan untuk diganti rugi lahan tersebut dengan nominal 1, 7 miliar dengan luas lahan 4 hektar," tuturnya.

Lahan tersebut yang dimintai ganti rugi, menurutnya, dalam keadaan sudah rusak akibat aktifitas tambang, masuk di wilayah Desa Mekar Sari RT 05." Saya sudah hampir 7 tahun memperjuangkan lahan itu tanpa ada ganti rugi sama sekali " ucapnya

Menurut H.Soetomo, dirinya pernah melakukan upaya peneguran ke pihak perusahaan di tahun 2011.Bahwa lahan tersebut bersertifikat "Memang pada saat tahun 2011 sertifikat milik saya ini sempat hilang dan baru diketemukan kembali sertifikat ini di tahun 2017. " Kata dia.

Setelah sertifikat tersebut ia miliki kembali, tutur H. Soetomo, lalu ia mengembalikan batas tanah, namun pihak perusahaan meminta bukti awal pembebasan tanah.Sedangkan tanah miliknya itu sudah dipergunakan aktifitas tambang, pihak perusahaan meminta harga Rp 40.ribu permeternya, namu ditolak oleh pihak H Soetomo.

Hingga berita ini diterbitkan pihak perusahaan batu bara tersebut belum bisa di konfirmasi. Asb.

Berita terkait  
tag:sengketa,tanah,perusahaan,tambang,batu bara,polres

Lelaki ini Ditemukan Bersimbah Darah di Mess Perusahaan
Minggu, 19 Agustus 2018, 01:57:38 wita