PELAIHARI POST

Dinamika Pembangunan

Kejaksaan Negeri Tanah Laut Laksanakan Press Gathering, Ekspose Kinerja Semester 1 Tahun 2018

Sabtu, 21 Juli 2018, 23:54:33 wita
Kejaksaan Negeri Tanah Laut Laksanakan Press Gathering, Ekspose Kinerja Semester 1 Tahun 2018

Press Gathering yang dilaksanakan Kejaksaan Negeri Tanah Laut, Sabtu (21/07/2018)

PELAIHARI POST 電 Dalam Rangka Hari Bakti Adhyaksa Ke 58, Kejaksaan Negeri Tanah Laut. Mengadakan Pers Gathering, Pemaparan hasil kerja Kasi Kejaksaan Negeri Tanah Laut Terhadap Kinerja Sampai dengan Semester satu hingga bulan Juni 2018 Sabtu ( 21/07/2018). Hadir Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Laut Sri Tatmala Wahanani SH dengan insan Pers baik media cetak dan elektronik yang ada di Kabupaten Tanah Laut di ruang Aula Kejaksaan Negeri Tanah Laut.

Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Laut Sri Tatamala Wahanani SH didampingi seluruh Bidang seksi baik Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Tanah Laut Reza Oktavian SH, Kepala Seksi Pidana Umum Adya Satya Lambang Bangsawan.SH.MH, Kepala Seksi Pidana Khusus Imam Cahyono SH, Kepala Seksi Intelijen Toni Yuswanto SH dan Kepala Seksi Barang Bukti Dony Suryahadi Kusuma, SH.

Dalam acara tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Laut, membuka dengan memeperkenalkan kepada Insan Pers satu persatu Kepala Seksi yang hadir saat itu. Kemudian Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Laut menyampaikan terkait bidang tindak pidana umum menangani perkara sebanyak 171 perkara diantaranya Narkotika, Carnophen, Kehutanan, Perlindungan anak, Tindak Pidana Pemilihan, Tindak Pidana Minyak dan Gas Bumi, Laka Lantas dan Senjata Tajam serta Tindak Pidana Pencurian."Berbagai macam perkara di bagian pidana umum dengan jumlah 171 perkara.Perkara yang paling menonjol yaitu perkara Narkotika jenis sabu sebanyak 36 perkara,"Katanya

Selanjutnya Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Laut membacakan hasil kerja, yang ditangani tindak pidana khusus. Sebanyak lima perkara, penyimpangan dana desa kurau utara atas nama Fahriah dan terdakwa Zainudin. Dua orang terdakwa ini sudah dilakukan eksekusi Fahriah dengan vonis hukuman 1 tahun 9 bulan denda Rp 50 juta, uang pengganti Rp 173 Juta.Sementara, untuk Zainudin vonis hukuman 1 tahun 4 bulan denda Rp 50 juta, uang pengganti Rp 50 Juta. "Penyalahgunaan dana desa negara dirugikan oleh kedua terdakwa sebanyak Rp 379 juta dan berjalannya proses perkara ini ada uang pengembalian dari tedakwa tidak sampai Rp 379 juta dikarnakan sudah ada pengembalian uang sebelumnya" Ungkapnya

Berkaitan dengan tindak pidana khusus lainya, dikatakan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Laut, yakni terdakwa H Safrudin merupakan kepala desa sungai jelai dengan vonis hukuman 1 tahun penjara dan masa percobaan selama 2 tahun denda Rp 5 juta. Eksekusi perkara yang berhasil dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Tanah Laut, terdakwa atas nama H Idris yang buron selama 3 tahun. Setelah dieksekusi terdakwa H Idris di hukum selama 1 tahun penjara. "Perkara ini sejak tahun 2015, terdakwa buron selama 3 tahun dan bisa dieksekusi di tahun 2018 ini,"jelasnya

Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Laut mengatakan bahwa perkara yang saat ini masih berproses yaitu dana desa ambungan pada tahun 2015 dan 2016 dengan kerugian uang negara Rp 370 juta.Selanjutnya perkara dana BOS di SMA 1 Negeri Pelaihari sejak tahun 2015 hingga 2016 total kerugian sekitar 600 juta. Berkaitan dengan penanganan perkara ada penerimaan negara bukan pajak, yang telah berhasil diselamatkan dan diterima oleh kejaksaan negeri tanah laut. Total dari bulan januari hingga juni 2018 sebanyak Rp 971 juta 59000 ribu 7002 rupiah. "PNBP Ini berasal dari denda tilang, denda tindak pidana korupsi, Unag Pengganti, Uang Sitaan dan Penjualan Barang Rampasan," Ucapnya

Sementara untuk bidang intelijen Kata Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Laut, Kinerja dari Tim Pengawal Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D). Kejaksaan Negeri Tanah Laut, diminta pengawalan dan pengamanan terhadap pekerjaan diKabupaten Tanah Laut sejumlah 110 kegiatan.Dengan nilai, pekerjaan total Rp 482 miliar.

Menurut, Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Laut. Pengawalan dan Pengamanan ini, berasal dari Dinas Pekerjaan Umum sebanyak 36 kegitan, Dinas Pendidikan sebanyak 11 kegiatan, Dinas Kesehatan 2 kegiatan, Pihak Rumah Sakit Hadji Boejasin 1 kegiatan dan 2 kegiatan dari BPTU dan Kegiatan Desa sebanyak 57 kegiatan, terakhir dari Kemenag 1 kegiatan.

Selanjutnya Kata Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Laut, untuk bagian Perdata dan Tata Usaha Negara, ada 2 MOU dan 26 Surat Kuasa Khusus (SKK). "2 yang bersifat Litigasi hingga sampai ke Pengadilan 24 Surat Kuasa Khusus non Litigasi," Pungkasnya. Asb.

Berita terkait  
tag:kejaksaan,ekspose,kinerja,kejari