PELAIHARI POST

Sosok dan Tokoh

Sepuluh Tahun Jadi Guru Honorer, Kerap Berkubang di Jalan Berlumpur untuk bisa Sampai di Sekolah

Selasa, 24 Juli 2018, 22:01:34 wita
Sepuluh Tahun Jadi Guru Honorer, Kerap Berkubang di Jalan Berlumpur untuk bisa Sampai di Sekolah

Kondisi jalan yang kerap harus dilalui untuk dapat menuju sekolah tempatnya menjadi guru honorer, Selasa (24/07/2018)

PELAIHARI POST 電 Hampir 10 tahun Noor Aina S.Pd. mengabdikan dirinya sebagai guru honorer, mengajar di SDN Salaman 2, Desa Salaman, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut. Pengabdiannya patut dihargai. Setiap harinya Noor Aina.S.Pd dan guru lainnya yaitu Masdiana Sitorus, S.Pd dan Suhadi, S.Pd. dan satu orang yang sudah PNS yaitu Suhadi, mereka harus berjuang melintasi jalan berlumpur dan mendaki demi bertemu untuk mengajar siswa-siswi yang duduk di bangku Sekolah Dasar Negeri Salaman 2. Kondisi jalan yang kurang memadai di wilayah tersebut, menyulitkan para tenaga pendidik untuk hadir mengejar tepat waktu, terlebih saat datang musim hujan tiba.

Noor Aina.S.Pd saat dikonfirmasi wartawan Pelaihari Post mengungkapkan setiap hari ia berangkat dari Desa Simpang Empat Sungai Baru, Kecamatan Jorong. Ada 3 orang guru yang rutin tiap hari ke SDN Salaman 2. Satu laki-laki dan dua perempuan. Sementara Noor Aina S.Pd dengan tiga orang temannya tiap hari harus janjian supaya bisa saling bantu dorong kalau pas jalannya berlumpur parah hinngga menggumpal di ban. "Kalau tiap hujan deras lebih parah. Malah yang naik sepeda motor pun amblas, dan ini sudah saya rasakan selama 10 tahun " kata dia

Noor Aina.S.Pd ia beserta guru lainnya, agar bisa sampai ke sekolah tempatnya ia mengajar, harus berjuang ekstra, yakni dengan cara menarik dan mendorong motornya agar bisa melintasi jalan berlumpur. "Sudah terlalu banyak jalan rusak parah yang dilewati. Yang terparah, ya sejak 2017-2018 ini. Sebelumnya, parah juga cuman masih bisa dilewati. Kecuali beberapa tahun lalu, ada yang tanah timbunan tambang longsor, saya dengan amat sangat terpaksa lewat jalan cenko, yang jauh dan parahnya berlipat lipat, tapi demi tugas ya harus di lewati," Kata dia

Pengalaman lainya, Noor Aina S.Pd yang dirasakan, ketika Jembatan yang biasa ia lalui mengalami putus, " Itu terparah dan membuat saya dongkol karena terpaksa harus mutar lewat jalan cenko, yang jauhnya 4 kali lipat dan licin parahnya sama" ucap dia

Perjalanan yang sangat berat baginya, hingga Noor Aina S.Pd, berangkat dari rumahnya Simpang Empat Sungai Baru ke SDN Salaman 2, memakan waktu hingga 2 jam. Seringkali, Baju seragam sampai basah kuyup bukan karena kehujanan melainkan keringat. Hal menarik lainnya yang ia alami teman guru lainya pernah tercebut dan tenggelam dan hanyut bersama laptop yang ia bawa, saat melintasi jembatan kayu.Untungnya selamat tidak ada korban jiwa. "Kalau cerita Lumpur mah, makanan tiap hari saya, Dulu juga pernah saya pajang juga di facebook, sepatu bot kami tiga pasang penuh dengan lumpur dan Uniknya, kami mengajar dengan baju basah kuyup karena kehujanan dan baju berlumpur. Sering lumpur smpe penuh di jilbab," tuturnya. Asb.


Berita terkait  
tag:guru,honores,sekolah,lumpur,jalan,becek

Rumah Penjaga Sekolah pada SMAN 1 Pelaihari Ludes Terbakar
Jum'at, 12 Oktober 2018, 23:11:05 wita

SMP Negeri 6 Bati-Bati Diresmikan
Kamis, 01 Februari 2018, 19:12:34 wita