PELAIHARI POST

Sosok dan Tokoh

Letkol (pnb) Supriyanto Semasa Muda, Sepulang Sekolah Bantu Orang Tuanya di Sawah

Jum'at, 10 Agustus 2018, 22:18:42 wita
Letkol (pnb) Supriyanto Semasa Muda, Sepulang Sekolah Bantu Orang Tuanya di Sawah

Orang tua dari Letkol (pnb) Supriyanto di Desa Gunung Melati, Jum'at (10/08/2018)

PELAIHARI POST 電 Letkol (pnb) Supriyanto Warga Desa Gunung Melati RT 03 Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut yang kini sukses menapaki karir di dunia militer sebagai penerbang pesawat tempur, sewaktu muda rajin membantu orang tuanya. Sepulang sekolah di SLTA yaitu SMA Negeri 1 Pelaihari, ia pergi ke sawah mencangkul dan mencari rumput untuk pakan ternak (ngarit). Ia pun kini selain menjadi kebanggaan keluarganya juga menjadi kebanggaan masyarakat Tanah Laut.

Aksi manuver terbang rendah dengan pesawat tempur jenis Hawk 200 yang dilakukannya pada Kamis (09/08/2018) berlangsung mulus dan mendapatkan apresiasi berbagai pihak. Para siswa dan pihak sekolah dari SMA Negeri 1 Pelaihari, tempat Letkol (pnb) Supriyanto dulunya bersekolah, merasa bangga dan termotivasi atas sepak terjang dalam bermanuver di udara yang dilakukannya maupun prestasi gemilang yang dicapainya sekarang sebagai perwira militer penerbang yang berpengalaman terbang sejak tahun 2003 dengan menggunakan pesawat Hawk 100/200, dan total jam terbang 2.700 jam terbang.

Bagi Suyatno (70) dan Sukiyem (65), orang tua dari Letkol (pnb) Supriyanto, prestasi yang diraih anaknya tentu merupakan suatu kebanggan tersendiri. Sebagai seorang petani di daerah memiliki putera yang bisa meraih sukses sebagai perwira militer sebagai penerbang pesawat tempur jenis Hawk 200 milik TNI AU. Pelaihari Post pun diterima dengan hangat oleh orang tua dari Letkol (Pnb) Supriyanto di Desa Gunung Melati pada Jum'at (10/08/2018). Kepada Pelaihari Post Suyatno menceritakan bahwa anaknya selain rajin membantu orang tua juga kerap berprestasi dalam pelajaran di sekolah. "Sepulang sekolah SMA ia membantu di sawah menyangkul dan ngarit. Saat ia kecapean membantu saya disawah saya nasehatin, jangan seperti bapak nak," tutur Suyatno.

Kepintaran Supriyanto mulai terlihat sejak duduk di Sekolah SD Negeri Gunung Melati hingga SMP Tajau Pecah dan SMA Negeri 1 Pelaihari nilainyapun rengking terus. Menginjak sekolah SMA Negeri 1 Pelaihari Kata Suyatno, ia meminta di sekolahkan TNI, Kedua orang tuanya lalu merestui Supriyanto dimasukan TNI di Akabri di Banjarmasin lewat Kodim 1009/ Pelaihari.

Menurut Suyatno Sejak kecil ia tidak pernah mempunyai mainan pesawat, malah hobinya bermain sepakbola. "Sejak sekolah kelas III SD anak saya itu, ketika di pondok sawah ia menulis " D Sentot", ujar dia itu adalah Jenderal. Menjadinya sosok TNI Supriyanto sudah ada Garis keturunan dari kakeknya terdahulu sejak penjajahan ia meninggal terkena granat," ujarnya.

Suyatno pun mengisahkan peristiwa yang menggugah hatinya bahwa anaknya sangat berbakti bagi kedua orang tuanya. Bahkan pada saat itu pengalaman Supriyanto mempunyai pakaian robek mau dibelikan pakaian baru ia malah menolaknya "Masih bisa dipakai pak celannya " kata Suyatno.

Supriyanto, merupakan anak yang sangat sederhana dan ia anak pertama Suyatno dan Sukiyem. Tiga adik perempuan lainya yaitu Sri Purwanti, Yuli Susilowati dan Nur Aeni Sulistiowati. "Insya allah malam minggu ini saya dan istri berangkat naik haji dan ini semua di biayai oleh Supriyanto " katanya

Suyatno dan Sukiyem mengaku bersyukur mempunyai anak seorang penerbang pesawat tempur, Sebagai petani tinggal di Trans diberikan anugerah anak yang sukses dan ia pun, berharap, bagi generasi muda sekarang bisa mencontoh anaknya, jangan pernah patah semangat dan harus mampu bangkit menjadi kebanggan kedua orang tuanya kelak nanti. Asb.

Berita terkait  
tag:penerbang,pesawat,tempur