Pemerintahan
Dana Desa
Jum'at, 17 Januari 2020, 22:00:08 wita

Warga Desa Galam Pertanyakan Uang Pembangunan Kegiatan Penunjang Desa Tahun 2018 yang Diduga Raib

Share on Google+
Salah satu bangunan TPA yang seharunya dibangun menggunakan dana kegiatan Desa Galam yang diduga Raib, Jum'at (17/01/2020)
Salah satu bangunan TPA yang seharunya dibangun menggunakan dana kegiatan Desa Galam yang diduga Raib, Jum'at (17/01/2020)

PELAIHARI POST 電Warga Desa Galam, Kecamatan Bajuin, mempertanyakan uang pembangunan kegiatan penunjang Desa yang bersumberkan dari Dana Desa tahun 2018 lalu, uang tersebut diketahuinya raib atau hilang.

Salah satu warga Desa Galam RT 01,yaitu Dibyo menuturkan, Jumat (17/01/2020) pihaknya menyampaikan ini lantaran terkejut uang sebesar Rp43.995.000 sudah diambil oleh salah satu aparat desa berinisial M, melalui bank di Kota Pelaihari pada tanggal 28 Desember 2018.

Padahal uang tersebut, kata Dibyo, diperuntukkan untuk pelaksanaan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana air bersih senilai Rp5,4 juta serta kegiatan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan.

Untuk membuktikan hal tersebut, Dibyo, menunjukkan lokasi rencana pembangunan sarana pendidikan itu, dan diketahui bangunan itu masih terlihat bangunan lama, jika dibandingkan dengan bangunan yang disampingnya. Padahal, bangunan itu cukup dekat dengan Kantor Desa Galam.

“itu mas bangunan yang seharusnya dibangun atau ada perbaikan,” ungkapnya.

Dibyo, menyampaikan hal ini, agar informasi yang disampaikan oleh pihak aparat desa kepada masyarakat dapat terang benderang, terlebih uang ini merupakan uang rakyat dan harus di awasi oleh rakyat.

“Presiden Jokowi menyuruh masyarakat mengawasi uang rakyat seperti dana desa,” tegasnya.

Diketahui, pelaksanaan kegiatan ini dilakukan tahun 2018 dan saat itu, kegiatan dilakukan oleh Pejabat Sementara (PJS) Kades Dwiyono.

Saat di Konfirmasi Wartawan melalui telepon seluler, Dwiyono membenarkan atas raibnya uang anggaran dana desa tahun 2018 itu, namun pihaknya menyebutkan, pihaknya tidak mengetahui hal tersebut setelah ada pemeriksaan dari Inspektorat Kabupaten, sebab tanda tangan untuk melakukan pencairan uang di bank dipalsukan oleh oknum.

“Saya tidak tahu, kalau tanda tangan saya di palsukan,” jelasnya.

Dwiyono sendiri tidak menyebut oknum yang melakukan pemalsuan tanda tangan, dan pihaknya sudah meminta kepada oknum itu untuk mengembalikan uang, akan tetapi hingga sekarang tidak dilakukan.

“Terkait pemalsuan tanda tangan itu, Saya belum melapor ke pihak berwajib,”katanya

Untuk penanggung jawab anggaran dana desa saat itu, dirinya sangat tidak mengetahui, dan merasa ditipu oleh oknum tersebut. Sehingga tidak dapat melihat peruntukkan anggaran tersebut.

“Sayakan ditipu, jadi tidak mengetahui perihal itu,” tuturnya.

Terkait pemeriksaan oleh pihak Inspektorat, Sutrisno selaku Kepala Inspektorat, belum mengetahui secara pasti, namun pihaknya akan melakukan pemeriksaan kembali, dan jika itu terbukti dana anggaran tersebut raib, maka akan meminta untuk dikembalikan ke negara.

“Saya belum tahu pasti, kalau itu benar diminta untuk mengembalikan dana tersebut,” cetusnya.

Guna mengetahui kepastian hukum, Wartawan mencoba menanyakan kepada Polres Tanah Laut melalui Kasatreskrim AKP Alvin Agung Wibawa SIK, melihat permasalahan seperti yang terjadi di Desa Galam, maka Pjs Kades dapat melaporkan kejadian pemalsuan tanda tangan kepada pihaknya, karena bersifat kasus delik aduan.

“Yang dirugikan harus melapor dan kita proses,” jelasnya.

Nah, jika tidak melakukan pelaporan, maka pihak Unit Tindak Pidana Korupsi akan melakukan pemeriksaan, lantaran uang yang ada di permasalahan ini merupakan dana desa. Sehingga harus dipertunggjawabkan keuangan desa tersebut. (Asb)

Share on Google+
Tag
Dana Desa
Bangunan
Uang
Desa
Galam