Ekonomi
Pertanian
Senin, 20 Januari 2020, 11:21:53 wita

Si Mangkal, Juara Kontes Durian Tingkat Provinsi Kalsel, Varian Baru di Tanah Laut

Share on Google+
Camat jorong, M. Alfan Rosidi Anwar ( kanan: berkaos biru). Nasarudin pemilik kebun (berkaos hitam dan bertopi) saat menunjukan si Mangkal, Minggu (19/01/2020)
Camat jorong, M. Alfan Rosidi Anwar ( kanan: berkaos biru). Nasarudin pemilik kebun (berkaos hitam dan bertopi) saat menunjukan si Mangkal, Minggu (19/01/2020)

PELAIHARI POST 電Durian asal Kabupaten Tanah Laut yang dijuluki si Mangkal telah meraih juara I dan juara favorit pada Kontes durian se-Kalimantan Selatan yang digelar pada Sabtu (18/01/2020) yang lalu. Pohon durian ini dikembangkan oleh Nassrudin yang saat ini bekerja di PLTU Asam-Asam. Sejak 6 tahun yang lalu mulai bertani menanam pohon durian, menghasilkan variasi baru. Perpaduan dari durian lokal dan durian dari Binjai, Makasar. Diberi nama Si Mangkal.

Nasrudin kepada Pelaihari Post , Minggu (19/01/2020), menceritakan sebelum menanam pohon durian, terlebih dahulu dia berkonsultasi ke pihak dinas perkebunan. Awalnya ada program penghijauan penanaman Sengon. Namun dia beranggapan kalau menanam Sengon sifatnya temporer. 5 - 7 tahun ditebang dan menanam lagi. Sedangkan dia ingin menanam pohon yang bisa berproduktif sepanjang masa.

"Saya memohon ke Dinas, penanganan bibit durian saya kelola sendiri. Saya ingin mengetahui kualitas awal. Saya mengambil sendiri dari Binjai, Makasar. Dibikinkan disana, setelah tiga bulan dibawa ke sini," Terang Nasarudin.

Perawatan pohon durian menurutnya juga sangat praktis. Pemupukan dengan pupuk NPK ditambah dengan DOC. Sedangkan kendala, pengakuannya terjadi serangan ulat batang atau penggerek batang. Sempat ada yang mati, terlambat penanganan.

Saat Kontes Durian Unggul Lokal yang lalu dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Tanah Laut beberapa waktu yang lalu, durian milik Nasarudin yang diberi nama Si Mangkal mendapat Juara Harapan I. Sedangkan kontes di tingkat provinsi yang dilaksanakan di Kiram, Si Mangkal menyabet dua gelar juara sekaligus. Sebagai Juara I dan Juara Favorit.

Dari dorongan dan dukungan dari teman-teman yang pernah mencicipi buah durian hasil dari kebun miliknya. Nasarudin memberanikan diri mengikuti kontes. Menurutnya, buah durian ini bagus. Minimal dengan ikut kontes, duriannya bisa dikenal orang banyak.

Dari kontes di kabupaten, si Mangkal memperoleh hadiah piagam penghargaan dan uang 1 juta. Sedangkan yang di provinsi memperoleh tropi, uang 7,5 juta dan voucher hotel.

Nasarudin berharap kedepannya bisa ada perkembangan dan bisa menjadi inspirasi buat anak muda untuk bertani. Selama ini dia melihat profesi bertani masih dianggap tidak hanya sebelah mata, tapi kedua mata yang setengah terpejam. Selain itu dia ingin Sungai Baru, Asam-asam, Jorong, bisa terkenal pemudanya dalam bidang positif.

"Nanti kita akan membentuk Kelompok Tani khusus durian. Sekretariatnya di sini. Sebulan atau dua bulan sekali, bisa kita undang Tenaga Ahli untuk memberi penyuluhan dan pelatihan. Untuk masa depan anak-anak muda," Kata Nasarudin.

Camat Jorong M. Alfan Rosidi Anwar, berencana menjadikan kebun durian ini sebagai destinasi wisata perkebunan. Melengkapi objek-objek wisata pantai yang sudah ada di Kecamatan Jorong.

"Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi warga sekitar sini. Kita juga berharap kedepannya lahan-lahan tidur bisa menjadi lahan produktif. Dengan ditanami durian ataupun tanaman apapun yang ada nilai jual," harapan Alfan.

Selama ini penghasil durian di Kecamatan Jorong ada 5 desa, yaitu Desa Alur Sebuhur, Batalang, Asam-asam, Jorong dan Sungai Baru.

"Tapi hanya di sini, kebun durian yang terkelola secara khusus dan baik," tutup Alfan. (Wad)

Share on Google+
Tag
Pertanian
Perkebunan
Durian
Lomba