Olahraga
Sepeda Kayuh
Rabu, 22 April 2020, 18:29:08 wita

Kombes Tanah Laut Berikan Bantuan Sembako kepada Warga di Kampung Bramban

Share on Google+
Penyerahan Bantuan Sembako kepada Abraham, warga  di lingkungan RT 20 Kampung Bramban Kelurahan Pelaihari, Rabu (22/04/2020)
Penyerahan Bantuan Sembako kepada Abraham, warga di lingkungan RT 20 Kampung Bramban Kelurahan Pelaihari, Rabu (22/04/2020)

PELAIHARI POST 電Rombongan keluarga besar Komunitas Bersepeda Sehat (Kombes) Tanah Laut. Pagi sekitar pukul 07.30 wita, menyusuri pinggiran wilayah Kota Pelaihari, di antaranya di wilayah Sawahan/Bramban. Rabu (22/4/2020)

Rombongan Kombes saat blusukan sembari menyapa warga dikawasan padat penduduk tersebut, dipimpin Endang Agustina didampingi Muhammad Noor (Nurdin) sekaligus berbagi. Mereka menyerahkan sembako kepada warga.

Warga yang mendapat Bantuan sembako itu Abraham, warga miskin yang bermukim di lingkungan RT 20 Kampung Bramban. Rasa haru dirasakan Abraham setelah menerima sembako atas kepedulian pencinta sepeda pancal tersebut dan mengucapkan: Terima kasih banyak Pak.

Abraham, sebelumnya merasa kaget kedatangan rombongan bersepeda itu, tidak lama raut wajahnya berubah sumringah setelah mendapat sembako yang diserahkan Endang Agustina.

Endang Agustina pun memberikan lembaran uang kertas dan diberikan kepada Abraham yang hidup sebatang kara itu.

Endang Agustina berharap pemberian sembako bisa bermanfaat dan membantu beban hidup warga yang hidupnya pas-pasan. Meski sembako yang diserahkannya itu tidak banyak.

"Sedikitnya ada 200 unit paket sembako yang kita siapkan untuk dibagikan kepada warga miskin yang ada di seputaran wilayah Pelaihari. Kegiatan pembagian sembako ini tahap kedua dan terus berlanjut hingga Ramadan," tutupnya

Semantara itu, Abraham, mengaku senang atas pemberian sembako dari Kombes dan ia menuturkan saat ini dirinya tidak memiliki siapa-siapa lagi.

"Pada 2017 lalu istri meninggal dan sejak itu saya hidup sebatangkara karena saya tidak memiliki anak" katanya

Dalam kesehariannya kata Abraham, dirinya menjadi buruh angkut barang menggunakan gerobak dorong tiap hari pasar. Mendorong barang dagangan milik keponakannya ke Pasar Pelaihari yang berjarak sekitar dua kilometer.

"Saya paling mendapat upah sebesar Rp 20 ribu dan itupun hanya mampu saya kerjakan sepekan sekali karena fisik saya sudah lemah" keluhnya

Untuk mencukupi kebutuhannya yang lainnya, Abraham mengandalkan uang sewa rumahnya. Abraham rela menempati bilik kecil di sisi kanan rumahnya, sedangkan bangunan utama rumahnya ia sewakan. ( Asb)

Share on Google+
Tag
Sepeda Kayuh
Bantuan
Sembako
Bramban