Pendidikan
Potret Guru
Jum'at, 24 April 2020, 01:26:08 wita

Inilah Potret Guru 13 Tahun Jadi Honorer, Lalui Jalan Beresiko, di Tengah Wabah Corona

Share on Google+
Noor Aina, Guru honorer di SMP Negeri 5 Kintap usai mengunjungi siswa yang belajar di rumah. Pelaihari Post, Kamis (24/04/2020)
Noor Aina, Guru honorer di SMP Negeri 5 Kintap usai mengunjungi siswa yang belajar di rumah. Pelaihari Post, Kamis (24/04/2020)

PELAIHARI POST 電Noor Aina, S.Pd kini sudah sekitar 13 Tahun menjadi guru honorer. Selama 13 tahun itu ia harus pulang pergi dari rumahnya melewati jalan yang yang penuh resiko. Kini ia mengajar di SMP Negeri 5 Kintap di Kabupaten Tanah Laut. Sebelumnya ia mengajar di SD Negeri Salaman 2. Tempat mengajar sekarang ini lebih jauh dari sebelumnya yaitu sekitar 19 Km dari tempat tinggalnya.

Sebagaimana diberitakan Pelaihari Post sebelumnya, , bila musim hujan Noor Aina harus berjuang melintasi jalan berlumpur demi untuk mengabdikan diri sebagai seorang guru. Sepeda motor pun sering amblas. Ia dengan temannya kerap janjian supaya bisa saling bantu dorong kalau pas jalannya berlumpur parah hinngga menggumpal di ban. Setiap hari ia berangkat dari tempat tinggalnya yaitu di Desa Simpang Empat Sungai Baru, Kecamatan Jorong.

Kepada Pelaihari Post , Kamis (23/04/2020), ia menuturkan menjadi honorer sekarang ini sudah sekitar 13 tahun. Ia pun tidak mengetahui apakah ada kebijakan terkait guru honorer yang sudah lama mengabdi seperti dirinya.

"Soal status saya yang masih honorer, tidak tahu kendalanya, mungkin pejabat-pejabat yang di atas sana yang tahu," ucapnya.

Noor Aina pun menyampaikan bahwa sekarang ini mengajar di SMP Negeri 5 Kintap, sebelumnya di SD Negeri Salaman 2. Kepindahan ini atas kemauan sendiri karena menyesuaikan latar belakang pendidikan yang dimilikinya yaitu lulusan Sarjana Strata Satu Program Studi Bimbingan Konseling (S1 BK).

Terkait dengan kondisi jalan yang dilalui saat pulang pergi mengajar sekarang ini, Noor Aina menuturkan kondisinya masih sama seperti yang sebelumnya pernah ia sampaikan sekitar 3 tahun lalu.

"Kondisi jalan yang saya lalui masih sama seperti yang pernah kami sampaikan ke Pelaihari Post sekitar 3 tahun lalu, kalau hujan berlumpur dan kalau hujan terus menerus mengakibatkan jalan tergenang banjir. Masih sama, karena belum ada upaya perbaikan," tuturnya.

Meskipun tantangan yang dilakuinya cukup berat, Noor Aina mengaku cukup nyaman bekerja sebagai guru di sekolah tersebut.

Dalam situasi wabah penyakit virus corona sekarang ini, ucap Noor Aina di sekolahnya pun dilakukan kebijakan sebagaimana diatur oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut, siswa belajar di rumah.

"Kita menggunakan media komunikasi lewat WhatsAPP (WA), dengan memberikan modul dan penugasan kepada siswa. Sedangkan untuk kelulusan berdasarkan nilai 5 semester terakhir dan nilai semester genap sebagai tambahan," ucapnya.

Noor Aina pun mengakui banyak kendala proses belajar mengajar secara online yang dijalaninya sekarang ini. Dari sisi guru, pembagian tugas menjadi tidak merata karena tidak semua siswa memiliki HP terutama HP yang memiliki fasilitas aplikasi WA. Dari sisi siswa, tidak semua tergabung di grup WA, karena lagi-lagi tidak semua mempunyai siswa memiliki HP.

"Selain soal kepemilikan HP yang memadai untuk aplikasi WA, juga kendala jaringan internet yang belum merata. Sebenarnya untuk kondisi yang ada di sini, pembelajaran secara online tibak begitu efektif," paparnya.

Meskipun para siswa saat ini diberlakukan untuk belajar di rumah, tutur Noor Aini, guru pun tetap hadir di sekolah bergantian dengan dijadwal piket. Sedangkan kegiatan seperti pemeriksaan suhu tubuh pada saat tiba di sekolah, sampai sekarang ia sampaikan belum ada, karena semenjak wabah penyakit virus corona siswa belum hadir di sekolah. (Asb)

Share on Google+
Foto terkait
Tag
Potret Guru
Honorer
Wabah Penyakit
Corona