Kesra
Bantuan Sosial
Minggu, 17 Mei 2020, 21:25:47 wita

BLT Dana Desa di Tiga Desa di Kecamatan Bajuin Disalurkan

Share on Google+
Penyerahan BLT Dana Desa secara simbolis di tiga desa di Kecamatan Bajuin, Minggu (17/05/2020). Foto Humas Setda Tanah Laut
Penyerahan BLT Dana Desa secara simbolis di tiga desa di Kecamatan Bajuin, Minggu (17/05/2020). Foto Humas Setda Tanah Laut

PELAIHARI POST 電Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) untuk 3 Desa di Kecamatan Bajuin yaitu Desa Bajuin, Sungai Bakar dan Tebing Siring disalurkan. Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut, Minggu (17/05/2020).

Jumlah alokasi untuk BLT Dana Desa yang salurkan ini untuk Desa Bajuin sebanyak 43 KPM, Desa Sungai Bakar 132 KPM dan Desa Tebing Siring sebanyak 52 KPM.

Bupati Tanah Laut Sukamta pada acara penyerahan tersebut, menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 sangat berdampak pada semua kalangan baik itu pejabat, pengusaha dan masyarakat kecil.

"Pejabat dan pengusaha saja ikut terdampak, apalagi masyarakat kecil kita, maka dari itu masyarakat kecil yang kehilangan mata pencahariannya kita bantu dengan BLT DD ini, dengan syarat dia tidak menerima atau terdata di jenis bantuan sosial lainnya misalnya, Bantuan Pangan Non Tunai dan Program Keluarga Harapan"jelasnya.

Menurutnya, bahwa banyak laporan dari sosial media tentang BLT DD yang tidak tepat sasaran dan ada warga miskin yang tidak mendapat BLT DD, ia mengaku banyak masyarakat yang menghubunginya secara pribadi melalui Facebook dan Whatsapp untuk mengeluhkan bantuan yang tidak tepat sasaran.

"Banyak yang menjapri saya di Facebook dan Whatsapp, begitu saya minta datanya secara lengkap nama dan alamatnya, baik itu si penerima tidak tepat sasaran atau ada warga yang tidak mendapat bantuan," katanya

Lanjutnya mereka tidak bisa menunjukkannya baik nama maupun alamat lengkap. Mengharapkan kalau ada indikasi bantuan tidak tepat sasaran bisa dilaporkan kepada RT/RW dan pemerintah desa dengan memberikan data nama dan alamat secara lengkap.

Bupati menegaskan kalau ada masyarakat yang memiliki handphone android dan masih suka bermain sosial media memang tidak layak menerima BLT DD.

"Ini masih Facebookan pakai handphone android kok koar-koar minta dimasukkan ke penerima BLT, kalau orang mampu beli kuota berarti dia juga mampu memenuhi kebutuhan pokoknya, secara logika saja dia bisa beli kuota berarti dia sudah beli beras dan kebutuhan lainnya lalu baru beli kuota," tegas Sukamta.

Ia menambahkan bahwa proses pendataan penerima BLT DD ini telah melalui proses musyawarah desa, artinya sudah dimusyawarahkan oleh berbagai pihak di tingkat desa.

Semuanya data ini kan melalui musdes, misal pihak desa mengajukan satu nama, namun nama itu dianggap tidak layak menerima, maka saat musdes dimusyawarahkan dan bisa dicoret. Karena data ini bukan cuma dari kades atau aparat desa tapi juga melalui musdes yang disetujui berbagai pihak. (Humas/Asb)

Share on Google+
Tag
Bantuan Sosial
Corona
BLT
Dana Desa