Kesra
Bantuan Sosial
Selasa, 19 Mei 2020, 22:21:52 wita

Shalat Idul Fitri Diperbolehkan, Namun Tetap dengan Protokol Kesehatan

Share on Google+
Penyerahan secara simbolis Bantuan Langsung Tunai Dana Desa di 5 desa di Kecamatan Jorong, di lima desa di Kecamatan Jorong, Selasa (19/5/2020). Foto Humas Setda Tanah Laut
Penyerahan secara simbolis Bantuan Langsung Tunai Dana Desa di 5 desa di Kecamatan Jorong, di lima desa di Kecamatan Jorong, Selasa (19/5/2020). Foto Humas Setda Tanah Laut

PELAIHARI POST 電Shalat Idul Fitri di tengah wabah penyakit virus corona di Tanah Laut diperbolehkan, Namun Tetap dengan Protokol Kesehatan. Hal itu disampaikan Bupati Tanah Laut (Tala) saat dirinya memberikan sambutan pada acara penyerahan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di lima desa di Kecamatan Jorong, Selasa (19/5/2020)

Menurut Bupati Tanah Laut sesuai arahan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terkait pelonggaran ibadah menjelang hari raya Idul Fitri.

"Salah satunya yakni diperkenankannya shalat Jum’at dan shalat ied bagi umat muslim dengan beberapa ketentuan yakni pengurus masjid harus menyediakan tempat cuci tangan maupun handsanitizer, " ucapnya.

Seluruh jamaah, tutur Bupati, juga harus menggunakan masker dan tidak perlu bersalam-salaman. Namun bagi desa yang warganya ada yang terkonfirmasi positif, diimbau agar shalat ied dilaksanakan di rumah saja.

"Majelis ta'lim juga mulai kita perbolehkan namun tetap harus menyesuaikan protokol kesehatan," ujarnya.

Selain itu, ujar Bupati, saat ini Pemkab Tala tengah berusaha memisahkan antara orang yang terkonfirmasi positif dengan yang negatif.

Bahkan masing-masing puskesmas telah memiliki target orang-orang yang menjadi sasaran rapid test. Hal itu dilakukan dengan harapan mata rantai penularan Covid-19 bisa dikendalikan.

Oleh sebab itu ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak bepergian ke daerah transmisi lokal serta meminta pemerintah desa untuk memperketat pengawasan orang yang keluar masuk desa.

"Kita sudah menyiapkan 6.500 alat rapid test," terangnya.

Mengenai BLT DD yang diserahkan pada hari ini, Sukamta meminta para kepala desa membantu warga penerima bantuan untuk mencairkan dana tersebut sebelum hari raya Idul Fitri.

Kembali ia menekankan bahwa orang yang dibantu adalah mereka yang kondisi keluarganya mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok, namun Sukamta menyayangkan kebanyakan orang masih melihat hanya dari kondisi rumahnya.

Sebab menurut pengalamannya, pernah suatu ketika ia menemukan salah seorang warga penerima bantuan yang rumahnya layak, namun setelah ditelusuri ternyata warga itu memang benar-benar kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

“Begitu saya masuk dan bertanya kepada warga tersebut ternyata dia nelayan yang tidak bisa melaut selama sebulan sehingga dia tidak memiliki penghasilan, bahkan istrinya terkena stroke dan rumahnya adalah rumah warisan,” terangnya

Lima desa yang disambangi Bupati itu adalah Desa Asam-Asam, Desa Asri Mulya, Desa Muara Asam-Asam, Desa Asam Jaya dan Desa Alur. Untuk Desa Asam-Asam tercatat ada 250 kepala keluarga (kk)

Penerima bantuan, sementara itu untuk Desa Asri Mulya ada 50 kk, Desa Muara Asam-Asam 168 kk, Desa Asam Jaya 58 kk serta Desa Alur 104 kk. Pada kesempatan itu pula turut diserahkan bantuan beras cadangan pangan pemerintah dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Tala kepada warga Desa Swarangan. ( Humas/Asb)

Share on Google+
Tag
Bantuan Sosial
Corona
BLT
Dana Desa