Ekonomi
Pertanian
Sabtu, 06 Juni 2020, 16:31:33 wita

Sinoman di Desa Bukit Mulia Panen Tanaman Serai Wangi

Share on Google+
Sinoman di Desa Bukit Mulia Kecamatan Kecamatan Kintap lakukan panen tanaman serai Wangi, Sabtu (06/06/2020). Foto dari Bambang/BUMDes
Sinoman di Desa Bukit Mulia Kecamatan Kecamatan Kintap lakukan panen tanaman serai Wangi, Sabtu (06/06/2020). Foto dari Bambang/BUMDes

PELAIHARI POST 電Sinoman di Desa Bukit Mulia Kecamatan Kecamatan Kintap lakukan panen tanaman serai Wangi. Panen kali ini merupakan yang kedua terhadap tanaman yang dibudidayakan di fasilitas umum (fasum) milik desa tersebut.

Kepala Desa Bukit Mulia Suparno, Sabtu (06/06/2020), mengatakan tanaman Serai wangi yang ditanam dilahan Fasum oleh anak muda atau Sinoman di wilayah dusun 4 tersebut, hasilnya dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Untuk perhitungannya dengan Sinoman nanti BUMDes yang lebih mengetahuinya," katanya.

Untuk bibit serai wangi ini, tutur Kades, awalnya bantuan PT Arutmin Indonesia Tambang Kintap, yang kemudian dikembangkan oleh BUMDes itu sendiri.

Dengan adanya tanaman serai wangi ini, ujar Kades, bisa dimanfaatkan dilahan yang tadinya tidak ditanami bisa ditanami.

"Buat masyarakat diDesa ada kegiatan dan kekompakan, meskipun hasilnya bukan untuk perorangan namun untuk kas pemuda di dusun itu sendiri," katanya

Menurut Suparno dengan adanya tanaman serai wangi di Desa Bukit Mulia ini, bisa ada nilai tambah buat masyarakat desa.

"Namun sayang nya lahan diwilayahnya itu terbatas sudah banyak tanaman di kebun milik warga," ucapnya.

Ditambahkan oleh ketua BUMDes Desa Bukit Mulia yaitu Bambang, panen kedua serai wangi itu dilahan seluas 3/4 hektar yakni disudun 4. Akan tetapi keseluruhan lahan serai wangi yang ditanam di Desa Bukit Mulia ada sekitar 6 hektar.

"Serai wangi ini di bawah naungan BUMDes dan binaan PT Arutmin Indonesia Tambang Kintap, pada waktu panen pertama mendapat 19 liter minyak hasil sulingan. Kalau hitungan perkilonya serai wangi ada 17 kg dengan menghasilkan harga jual Rp 2 juta lebih," kata Bambang

Dari hasil pemanen serai wangi ini, ungkap Bambang, bisa dijual ke pihak PT Arutmin Indonesia Tambang Kintap. Serai wangi dapat panen selama 6 tahun panen pertama enam bulan, ke kedua seterusnya setiap 3 bulan sekali.

Dalam tanam satu hektar, jelas Bambang, terdapat 10 ribu batang, semakin lama akan bertambah banyak bisa mencapai puluhan batang dalam satu rumpun.

Untuk sementara ini, ucap Bambang, sudah dapat 2.765 kg karena sudah sore. Menimbang serei wanginya akan dilanjut besok hari. Diprediksi olehnya masih 1.000 kg lagi yg belum ditimbang

"Teman Sinoman sangat senang dengan hasil panen serai wangi ini ya lumayan untuk tambah uang kas Sinoman," pungkas Bambang

Sementara itu Candra Noma Wirayudha Sebagai supervisor CDEA PT. Arutmin Indonesia Tambang Kintap mengaku tanaman serai wangi merupakan binaan PT Arutmin Indonesia Tambang Kintap dibawah naungan BUMDes desa Bukit Mulia.

"Untuk panen kedua serai wangi didusun 4 hari senin akan kita ambil hasil panennya untuk dilakukan penyulingan," katanya

Candra Noma Wirayudha menjelaskan panen serai wangi di Desa Bukit Mulia sudah mencapai 5 kali panen dari masing masing beda dusun. Biasanya untuk harga yang dibeli sudah berupa sulingan minyak dalam perliter dihargakan Rp 175 ribu dari serai wangi yang dipanen.

"Saat ini kita beli setelah jadi minyak, namun warga menyetor masih dalam bentuk mentah dan nanti pihak kita yang menyuling hasilnya nanti dihitung sama sama berapa liter yang dihasilkan dari panen serai wangi," pungkasnya (Asb)

Share on Google+
Foto terkait
Tag
Pertanian
Pemuda
Serai
BUMDes
Bukit Mulia