Sosial dan Budaya
Kesenian
Rabu, 31 Maret 2021, 14:03:16 wita

Musik Kurung-Kurung di Desa Ranggang Dikunjungi Dispusip Tanah Laut

Share on Google+
Kunjungan Dipusip Tanah Laut ke Pegiat Musik Kurung-Kurung di Desa Ranggang, Selasa (30/3/2021)
Kunjungan Dipusip Tanah Laut ke Pegiat Musik Kurung-Kurung di Desa Ranggang, Selasa (30/3/2021)

PELAIHARI POST 電Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Tanah Laut bersama beberapa orang dari kalangan pemuda mengunjungi pelaku seni musik daerah yang disebut musik kurung-kurung di Desa Ranggang, Kecamatan Takisung pada Selasa (30/3/2021)

"Musik kurung-kurung bisa dibilang salah satu musik tradisional yang dimainkan secara berkelompok dan dimainkan dengan cara dihentak ke tanah,"kata Akhmad Raji, seorang penggiat sekaligus pembuat alat musik kurung-kurung.

Ahmad Raji menjelaskan, alat musik ini terbuat dari bahan bambu yang diikat dengan rotan (paikat). Adapun istilah bagian dari satu bilah alat musik ini terdiri dari kikil, ilai, butuh itik, supakan, sumpal, giliran dan suai.

Ia juga menuturkan, bahwa setiap alat musik kurung-kurung dalam satu kelompok memiliki istilah nama bunyi yang berbeda-beda.

“Biasanya paling sedikit lima orang pemain, dan dari lima ini ada yang bunyi, pirtua, pindua randung, pindua randah, tinti dan tangkup. Alangkah lebih bagus kalo ada sepuluh orang dalam satu kelompok supaya mainnya bisa bergantian jadi tidak kelelahan," jelasnya

Secara turun temurun kata Ahmad Raji, ia menggeluti musik kurung-kurung. Namun peminat musik tradisional ini sangat kurang, ia sendiri mengajarkan keahliannya dalam memainkan musik kurung-kurung kepada kedua anak laki-lakinya.

“Dulu sewaktu saya masih kecil zaman kakek sering lihat kurung-kurung, apalagi waktu musim tanam padi (manugal), sekarang saya ajarkan keahlian ini kepada kedua anak laki-laki saya,” ungkapnya.

Dirinya, sangat bersyukur dengan adanya kunjungan dari Dispusip. Ia berharap musik kurung-kurung akan terus dikenal dan tetap lestari dikalangan masyarakat luas khususnya di Tanah Laut.

Kepala Dispusip Tanah Laut, Rhoedy Erhansyah saat dimintai keterangan mengatakan bahwa, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dispusip Tanah Laut menggelar agenda kunjungan ini bertujuan mengenalkan musik kurung-kurung kepada masyarakat khususnya generasi muda, agar kedepannya musik kurung-kurung diharapakan tetap dikenal dan dilestarikan.

“Ini salah satu budaya kita, musik kurung-kurung. Mudah-mudahan para pemuda dapat mengenal, terlebih memainkannya agar tetap lestari dan tentunya untuk masa yang akan datang,” tutup Rhoedy. (Diskominfo Tala/Asb)

Share on Google+
Tag
Kesenian
Tradisional
Musik