Ekonomi
Jum'at, 07 Mei 2021, 15:49:20 wita

Kejari Tanah Laut Kembali Tetapkan Tersangka Korupsi Pengerasan Jalan di Desa Ambawang

Share on Google+
Press Conference Kejaksaan Negeri Tanah Laut terkait Penetapan Tersangka Korupsi Pengerasan Jalan di Desa Ambawang, Jumat (07/05/2021)
Press Conference Kejaksaan Negeri Tanah Laut terkait Penetapan Tersangka Korupsi Pengerasan Jalan di Desa Ambawang, Jumat (07/05/2021)

PELAIHARI POST 電Tim Penyidik tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Tanah Laut kembali menetapkan satu orang tersangka dugaan Korupsi pengerasan jalan usaha tani di Desa Ambawang, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut tahun anggaran 2017.

Sebelumnya Tim penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri Tanah Laut sudah menetapkan dua orang tersangka berinisal S yang merupakan mantan kepala desa Ambawang, serta VA selaku kontraktor pelaksana perbaikan jalan usaha tani di desa Ambawang.

Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Laut Ramadani SH, MH. Dalam siaran pers, Jumat (07/05/2021), mengatakan tim Jaksa Penyidik beserta Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus sebagaimana pada surat perintah penyidikan nomor 01/0.3.18/Fd./05/2021) telah melakukan ekspose terhadap adanya dugaan keterlibatan oknum dalam dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran pendapatan belanja Desa (APBDes) tahun anggaran 2017 di Desa Ambawang.

Kajari tambahkan, Tim penyidik mendapatkan dua alat bukti yang sah yakni alat bukti keterangan saksi dan alat bukti surat sebagaimana dalam pasal 184 ayat (2) KUHAP yang menguatkan adanya dugaan keterlibatan oknum perangkat Desa Ambawang.

"Proses selanjutnya adalah melakukan penetapan tersangka setelah dilakukan kajian Tim Pengkaji. Tersangka penyalahgunaan APBDes tahun 2017 tersebut seorang perempuan yaitu berinisial W sebagai Sekretaris Desa Ambawang periode 2012 sampai 2018,"kata Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Laut Ramadani SH, MH.

Ramadani SH, MH, sebutkan, kasus perkara tersangka W pada tahun 2017 selaku Kepala Desa Ambawang pada waktu itu yakni Sugiman memperoleh APBDes sebesar Rp 1.221.390.889,- (satu milyar dua ratus dua puluh satu juta tiga ratus sembilan puluh ribu delapan ratus delapan puluh sembilan rupiah).

Belanja desa khusus bidang pelaksanaan pembangunan Desa sebesar Rp 817.680.776,-(delapan ratus tujuh belas juta enam ratus delapan puluh ribu tujuh ratus tujuh enam rupiah) terdiri dari kegiatan pengerasan jalan usha tani di RT 05, 06, 12 dan 13.

"Dalam kegiatan itu Kepala Desa Ambawang menggunakan jasa CV Sumber Jati milik Verry Anggriandi

suami tersangka W "ucapnya

Menurut Kajari Tanah Laut, dana untuk pengerasan jalan itu sudah dicairkan seluruh nya dibagi tiga tahap pencairan

Tahap pertama dana tersebut di transfer ke rekening Verry Anggriandi sebesar Rp 375. Juta. Tahap kedua di transfer ke rekening yang sama sebesar Rp 51 juta dan tahap ketiga di transfer ke rekening yang sama sebesar Rp 305.951.815,00,- (tiga ratus lima juta sembilan ratus ribu lima puluh satu ribu delapan ratus lima belas rupiah)

"Akibat perbuatan W telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 575.073.354,00,-hal ini sesuai dengan laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara atas dugaan tidak pidana korupsi pekerjaan usaha tani di Desa Ambawang tahun anggaran 2017 "ungkapnya

Selanjutnya pasal sangkaan yang disangkakan terhadap W. Primair Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang - Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagai mana di ubah dengan undang undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1,KUHP

Subsidiar Pasal 3 juncto Pasal 18 undang - undang nomor 13 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagai mana di ubah dan ditambah dengan Undang- Undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat(1) Ke-1 KUHP. (Asb)

Share on Google+
Tag
Ekonomi
Terkini