Ekonomi
Perajin Tempe dan Tahu
Rabu, 21 Juli 2021, 19:25:13 wita

Pandemi Covid-19 Mewabah, Perajin Tempe dan Tahu di Tanah Laut Tetap Bertahan

Share on Google+
Perajin tempe dan tahu Sugih Waras milik Anwar Ripai (44) Warga Kelurahan Angsau RT 18, Rabu (21/07/2021)
Perajin tempe dan tahu Sugih Waras milik Anwar Ripai (44) Warga Kelurahan Angsau RT 18, Rabu (21/07/2021)

PELAIHARI POST 電Kondisi Pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung sekarang ini, bagi perajin tempe dan tahu masih ditambah dengan naiknya bahan baku yaitu kedelai impor. Kenaikan harga ini dirasakan oleh perajin usaha tempe dan tahu di Tanah Laut. Bagi perajin tempe dan tahu, harus berupaya mensiasati usahanya tetap bertahan dengan cara memutar otak agar tetap bisa produksi.

Seperti yang dikatakan perajin tempe dan tahu Sugih Waras milik Anwar Ripai (44) Warga Kelurahan Angsau RT 18. Usaha tempe dan tahunya itu berdiri sejak tahun 1976. Harga kedelai impor perkilo sebelum naik di kisaran Rp 7000-8000 perkilo.

"Sekarang harga tertinggi perkilo harga kedelai impor dikisaran Rp 10 ribu. Kami biasanya pengambilan kedelai di gudang Banjarmasin," ucapnya saat di temui Pelaihari Post . Rabu (21/07/2021).

Anwar Ripai mengaku, untuk menjaga supaya bertahan tempe dan tahu tetap produksi meski harga kedelai mahal, mencoba melakukan cara lain mensiasati jumlah produksi.

"Biasanya produksi isi tahu potongannya 90 sekarang kita buat menjadi 105 potong. Kalau ketebalan tahunya tetap, kita rubah ukuran potongnya saja," kata Anwar Ripai.

Selai itu, harga tempe dan tahu sendiri masih tetap dijual dengan harga yang sama sebelum ada kenaikan kedelai.

Meskipun adanya Pandemi covid-19 yang mewabah saat ini tidak mempengaruhi usaha tempe dan tahu. Karena tempe dan tahu banyak dicari oleh kalangan masyarakat menengah maupun kalangan kebawah.

"Bagi usaha saya ini tidak ada pengaruh dengan Pandemi covid-19 dan omset pun tetap sama saja"imbuhnya

Ia tambahkan, dalam sehari usaha tempe dan tahu bisa memproduksi 70 kg. Sedangkan untuk harga di jual ke pengecer tahu perbiji di jual Rp 400 rupiah dan tempe satu papan Rp 2000. (Asb)

Share on Google+
Tag
Perajin Tempe dan Tahu
Covid-19
Impor
Kedelai