Ekonomi
Pertanian
Kamis, 29 Juli 2021, 22:11:33 wita

Warga Sarang Halang ini Kembangkan Tanaman Sayur secara Hidroponik dengan Sistem Apung Jongkok

Share on Google+
Khamim Tohari Warga di Kelurahan Sarang Halang RT 10, Kecamatan Pelaihari Tanah Laut, Sabtu (10/07/2021)
Khamim Tohari Warga di Kelurahan Sarang Halang RT 10, Kecamatan Pelaihari Tanah Laut, Sabtu (10/07/2021)

PELAIHARI POST 電Khamim Tohari Warga di Kelurahan Sarang Halang RT 10, Kecamatan Pelaihari Tanah Laut di tengah Pandemi Covid-19 saat ini, membuat terobosan usaha tanam sayur dengan metode sayur hidroponik.

Sayuran yang dikembangkan sistem apung jongkok di gunakan memakai bahan batako atau bata merah sebagai kolam sayur mengapung di atas styrofoam.

Kemudian mencegah hama sayur masuk sekitar areal tanaman dibuatkan atap dan pada dinding samping dilapisi dengan penghalang.

Pria kelahiran Pelaihari tahun 1981 itu, memanfaatkan lahan pekarangan pinggir rumah miliknya dijadikan tempat kebun hidroponik menghasilkan keuntungan ekonomis.

Sayuran hidroponik, adalah sayuran yang sistem menanam dengan media air yang dimana airnya di berikan nutrisi, kelebihan dari sistem hidroponik pertumbuhannya sangat cepat dibanding sistem konvensional.

“Awalnya saya tertarik tanam sayur hidroponik seperti ini mengikuti kawan yang sudah lebih dulu menjalankan usaha seperti ini. Setelah itu mulai menanam sayur ini sejak awal tahun 2020," kata Khamim Tohari saat ditemui sekitar hari Sabtu (10/07/2021)

Dia katakan, sistem hidroponik dikelolanya itu satu - satunya yang ada di Tanah Laut, menggunakan sistem tembok seperti kolam di lantai. Kebanyakan Hidroponik di tempat lain menggunakan meja dari kayu.

Khamim sapaannya menjelaskan, dalam jangka tanam sayur sistem hidroponik dari mulai tanam benih dua hari kemudian sudah jadi kecambah, satu minggu mulai keluar daun setelah itu dipindah tanam ke styrofoam sudah usia dua minggu.

"Satu bulan sayur hidroponik sudah bisa dipanen, jenis sayur saya tanam sayur Selada dan Sawi Pakcoy,”ucapnya

Dari hasil penjualan kata Khamim, panen sayur hidroponik sudah ada pembeli dari kalangan restoran dan Kebab mekipun pembeliannya tidak terlalu banyak. Harga perkilo

jenis sayur Selada Rp 30 ribu sawi pakcoy Rp 25 ribu.

Khamim berharap, ada pembeli secara partai besar dan langsung memesan ke tempatnya. Karena sayur hidroponik miliknya itu masih terbilang belum banyak dikenal pembeli.

“Sayur ini tidak mengandung pestisida jadi sayurnya benar -benar aman untuk dikonsumsi. Masa Pandemi Covid-19 seperti ini masyarakat lebih banyak memilih sayuran,” tutupnya (Asb)

Share on Google+
Tag
Pertanian
Hidroponik
Sayur