Ekonomi
Usaha Ekonomi
Rabu, 01 September 2021, 19:54:32 wita

Usaha Ternak Itik Milik Warga Desa Batilai ini, Bisa Hasilkan Telur 6 sampai 7 Rak Setiap Hari

Share on Google+
Kandang itik milik Ketua Perwatala Norsalim Yahya. Warga Desa Batilai , Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut, Rabu (01/09/2021)
Kandang itik milik Ketua Perwatala Norsalim Yahya. Warga Desa Batilai , Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut, Rabu (01/09/2021)

PELAIHARI POST 電Pengembangan ternak itik petelur di Kabupaten Tanah Laut sangat berpotensi bisa dilihat masih kurangnya pasokan telur itik yang tiap bulan membutuhkan 1 sampai 2 ton telur, hal itu dikatakan Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanah Laut Suharyo saat meninjau lokasi ternak itik milik Ketua Peternakan Wartawan Tanah Laut (Perwatala) Norsalim Yahya di Desa Batilai RT 03 RW 02, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut. Rabu (1/8/2021)

Suharyo katakan, peternakan itik petelur merupakan peternakan tradisional, bisa dikelola dengan mudah sudah dialami oleh masyarakat Kabupaten Tanah Laut.

"Kalau ditindaklanjuti oleh para peternak milenial seperti ini sangat baik sekali karena selama ini masih kekurangan telur itik," ucapnya

Menurutnya, selama ini kebanyakan telur itik didatangkan dari Hulu Sungai dan dari Jawa, Ini kesempatan masih bagus bagi para kelompok ternak Itik di Kabupaten Tanah Laut bisa mengelola ternak itik dengan baik, nantinya bisa mengisi peluang usaha kekurangan telur itik untuk mencukupi kebutuhan.

Pemasaran telur itik sendiri kata Suharyo, tidak saja di Kabupaten Tanah Laut, bisa dijual ke Kabupaten Tanah Bumbu dan Kota Baru. Jangan pernah khawatir kalau ternak itik telurnya tidak laku, bahkan telur itik sendiri bisa diolah menjadi telur olahan dan telur itik itu tidak ada matinya.

Ketua Peternakan Wartawan Tanah Laut (Perwatala) Norsalim Yahya katakan, awal mula dirinya ternak itik petelur pada tahun 2018 semual itiknya berjumlah 100 ekor. Selanjutnya di tahun berikutnya perkembangan ternak itiknya itu semakin meningkat ditambah lagi sebanyak 100 ekor.

"Saat ini sudah ada 240 ekor, saya bagi itiknya ke dua kandang," ucapnya.

Salim nama panggilan akrabnya di akui olehnya, penjualan telur itik pangsa pasarnya menjanjikan masih mudah menjualnya. Disaat sepeti ini ternak itik sudah menjadi pilihan usahanya.

Dalam perhari kata Salim, bisa mendapat 6 sampai 7 rak telur, meski ada penurunan 60 persen hasil telur itik dikarenakan itik miliknya sudah berusia satu tahun lebih. Harga satu telur itik diantar ke pasar dihargai 2000 rupiah kalau dijual dirumah 2200 rupiah.

"ya sih rencana penambahan itik itu ada sekitar tiga bulanan lagi lah sebanyak 100 ekor," pungkasnya. (Asb)

Share on Google+
Tag
Usaha Ekonomi
Itik
Telur